Objek Wisata di Paser Tetap Tutup saat Lebaran

  • Whatsapp
Warga asyik berfoto di atas puncak bukit Goa Layang. Ini salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Paser.

PANDEMI Covid-19 benar-benar membuat semua menggerutu. Selain menjadi kendala pelaksanaan tradisi Lebaran, seperti halal bihalal dari rumah ke rumah. Libur Lebaran hari kedua dan hari berikutnya juga tak bisa dinikmati dengan liburan ke objek wisata.

Sebab, semua objek wisata di Kabupaten Paser ditutup sementara sampai batas waktu tak ditentukan. Ini disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser HM Yusuf Sumako.

Bacaan Lainnya

“Objek wisata, baik dikelola pemerintah maupun perorangan untuk sementara tutup,” kata Yusuf Sumako, Kamis, 21 Mei.

Dalam rapat Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Paser belum lama ini, lanjut Yusuf Sumako, Disporapar mengabulkan permohonan masyarakat untuk membuka objek wisatanya, namun dari sisi regulasi keamanan dan ketertiban tidak mengizinkan.

Yusuf Sumako membenarkan tradisi masyarakat Kabupaten Paser bahwa objek wisata banyak dikunjungi wisatawan lokal di Lebaran hari kedua dan hari ketiga. Namun di masa pandemi Covid-19, objek wisata ditutup sementara untuk mencegah meluasnya penularan virus corona.

“Surat Edaran (SE) Bupati Paser 360/2020 tentang Status Tanggap Darurat Covid-19 sudah habis dan belum diperpanjang, jadi hal-hal yang mengatur rumah makan/restoran termasuk objek wisata tentunya sudah boleh buka, namun maklumat Kapolri yang tidak membolehkan,” urai dia.

Objek wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah, kata Yusuf Sumako, tidak ada masalah karena bisa menyesuaikan dengan maklumat Kapolri. Namun objek wisata yang dikelola perorangan, tentunya perlu dibekali regulasi guna menegaskan hal itu kepada pengelola.

Dia pun mengaku sudah membuatkan pelang tutup sementara untuk semua objek wisata. Untuk objek wisata yang dikelola pemerintah daerah, tidak masalah karena kita akan tutup, tapi objek wisata yang dikelola perorangan juga berharap untuk sementara menutup demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19. (tk)

Pos terkait