Pranala.co, BONTANG — Pembangunan yang tepat sasaran selalu berangkat dari suara warga. Itulah semangat yang mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Bontang Baru yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Utara, Jumat (30/1) pagi.
Forum tahunan ini dibuka secara resmi Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekretariat Daerah Kota Bontang, Anwar Sadat. Hadir pula Camat Bontang Utara Muhammad Nur, perwakilan Komisi B DPRD Kota Bontang Winardi, Ketua TP PKK Kelurahan, Ketua Forum Kota Sehat (Forkohat) Kota Bontang, para ketua RT se-Kelurahan Bontang Baru, serta seluruh mitra kelurahan.
Dalam sambutan Wali Kota Bontang yang dibacakan Anwar Sadat, Musrenbang kelurahan ditegaskan bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum ini disebut sebagai tahapan awal yang strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
“Musrenbang adalah ruang partisipasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, dan usulan pembangunan berdasarkan kondisi riil di lingkungan masing-masing,” demikian petikan sambutan tersebut.
Pemerintah Kota Bontang menekankan bahwa perencanaan pembangunan harus dilakukan secara partisipatif, transparan, terpadu, dan akuntabel. Penyelarasan perencanaan dari tingkat kelurahan hingga kota—pendekatan bottom-up—dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan warga.
Pada kesempatan itu, juga dipaparkan capaian pembangunan Kota Bontang sepanjang 2025 yang menunjukkan tren positif. Setelah mengalami kontraksi pada 2024, pertumbuhan ekonomi mulai pulih dengan capaian 1,67 persen pada Triwulan I, meningkat menjadi 4,89 persen pada Triwulan II, dan tercatat 3,78 persen pada Triwulan III.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bontang pada 2025 mencapai 83,04 atau berada dalam kategori sangat tinggi. Di saat yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan turun sebesar 0,70 persen, sementara angka kemiskinan menurun menjadi 3,21 persen.
Di sektor kesehatan, upaya penurunan stunting menunjukkan hasil signifikan. Prevalensi stunting berhasil ditekan dari 27,4 persen pada 2023 menjadi 17,44 persen pada 2025 melalui Program Bontang Sehat. Program ini didukung pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, serta digitalisasi layanan Posyandu.
Pada sektor kesejahteraan sosial, Pemkot Bontang memperkuat perlindungan sosial melalui peningkatan insentif bagi ketua RT, kader, guru, dan tokoh agama. Pemerintah juga mencatat capaian nol kemiskinan ekstrem sebagai hasil intervensi program yang lebih terarah.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur dan lingkungan terus digenjot. Pemerintah merealisasikan pembangunan drainase, turap penahan banjir rob, serta kolam retensi melalui Polder Bontang Baru. Ke depan, pembangunan Polder Tanjung Laut direncanakan sebagai langkah lanjutan pengendalian banjir.
Lurah Bontang Baru, Bagus Susanto, melaporkan bahwa Musrenbang kali ini menghimpun 84 usulan dari 28 RT. Dari jumlah tersebut, kelurahan akan menetapkan tiga usulan prioritas untuk diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan Kota Bontang. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















