Muslim di Bontang Diperbolehkan Salat Iduladha di Masjid, tapi Ada Syaratnya

Ilustrasi. (Free stok)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) Bontang membolehkan pelaksanaan Salat Iduladha tahun ini di masjid, tepatnya 30 Juli 2020 nanti. Meski begitu, ada syarat dan aturan protokol kesehatan yang wajib diterapkan.

“Iya boleh. Tapi ada syarat yang harus disiapkan. Ini sesuai surat edaran dari Kementerian Agama soal pelaksanaan ibadah salat Idul Adha beserta penyembelihan hewan kurban yang kami terima,” jelas Kepala Kemenag Bontang, Muhammad Isnaini saat dikonfirmasi, Ahad (5/7).

Surat edaran yang dimaksud ialah, nomor 18 Tahun 2020, dalam rangka pelaksanaan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban tahun 1441 H/2020 pada masa Tatanan Kenormalan Baru (New Normal), perlu dilakukan pengaturan kegiatan dimaksud dengan menyesuaikan penerapan protokol kesehatan.

“SE ini sebagai petunjuk penerapan protokol kesehatan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban dengan menyesuaikan pelaksanaan Tatanan Kenormalan Baru (New Normal). Agar pelaksanaan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat berjalan optimal serta terjaga dari penularan covid-19,” jelasnya.

Tempat penyelenggaraan kegiatan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan dengan catatan telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.

“Tak diperbolehkan pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman covid-l9 oleh Pemerintah Daerah atau Gugus Tugas Daerah,” ujarnya.

Penyelenggaraan salat Iduladha tahun 1441H/2020 M dibolehkan untuk dilakukan di lapangan/masjid/ruangan dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan;
  2. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan;
  3. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;
  4. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand sanitizer di pintu/jalur masuk dan keluar;
  5. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu/jalur masuk. Jika ditemukan jemaah dengan suhu lebih 37,5 derajat Celcius (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan;
  6. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter;
  7. Mempersingkat pelaksanaan shalat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya;
  8. Tidak mewadahi sumbangan sedekah Jemaah dengan cara menjalankan kotak, karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit;
  9. Penyelenggara memberikan imbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan shalat Idul Adha yang meliputi:
  • Jemaah dalam kondisi sehat;
  • Membawa sajadah/alas shalat masing-masing;
  • Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan;
  • Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer
  • Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;
  • Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter;
  • Mengimbau untuk tidak mengikuti shalat Idul Adha bagi anak-anak dan warga tanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap covid-19. (*)
More Stories
Jenazah Awang Ferdian Hidayat Dikebumikan di Tenggarong