Mulai 5 Juni, Kutai Kartanegara Terapkan New Normal kecuali Tiga Desa

Masjid Agung Sultan Sulaiman (int)

KUTAI Kartanegara bersiap menjalankan new normal atau tatanan kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19. Namun, 3 desa/kelurahan tidak diizinkan melaksanakan fase relaksasi. Yakni, Kelurahan Muara Jawa Tengah, Muara Jawa Ulu. serta Desa Loa Janan Ulu.

Dari 245 desa dan kelurahan tersebar di 18 kecamatan Kutai Kartanegara, ketiga desa dan kelurahan ini memang masuk zona merah. “Mulai 5 Juni, silahkan Salat Jumat. Tapi, untuk 3 desa atau kelurahan tidak boleh dulu karena penyebaranya Covid-19 tinggi,” ujar Bupati Kukar, Edi Damansyah saat rapat koordinasi via daring di Tenggarong, Kamis, 4 Juni malam.

Pelaksanaan relaksasi itu dimulakan hari ini, Jumat, 5 Juni. Fase tersebut ditandai dengan dibukanya lagi rumah ibadah, termasuk Salat Jumat. Namun, tetap memperhatikan protokol kesehatan. Ditambahkan Bupati Edi, Pemkab Kukar juga mengakhiri bekerja di rumah bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Kukar, per 5 Juni.

Diakuinya, pandemi Covid-19 ini berdampak semua sektor. Bukan hanya kesehatan saja, sektor ekonomi, sosial dan budaya pun sama, kena dampak. Kata Edi, ada beberapa hal menjadi dasar pertimbangan Kukar mulai menerapkan fase relaksasi. Terutama dia mengklaim penularan dan penyebaran Covid-19 di wilayahnya bisa dikendalikan.

Lalu, lanjut dia, kapasitas kesehatan dari aspek pelayanan dan pencegahan pun kian membaik. Mulai dari puskesmas, rumah sakit, peralatan medis, fasilitas pengujian, fasilitas isolasi, ketersedian Alat Pelindung Diri (APD), prosedur pelayanan, pelacakan kontak hingga karantina.

“Dasar itulah kami berani melaksanakan relaksasi atau pelonggaran mobilitas dan interaksi warga,” katanya.

Sebagai langkah awal, lanjut Bupati Edi, tim terpadu terdiri dari Polres Kukar, Kodim 0906/TGR dan instansi teknis akan menegakkan disiplin di dua objek Tenggarong. Masjid Agung Sultan Sulaiman dan Pasar Gerbang Raja Mangkurawang.

“Tim nanti akan memantau penerapan protokol kesehatan di dua objek tersebut. Kami berharap untuk kerja samanya warga Kukar menerapkan protokol kesehatan agar penularan Covid-19 bisa dikendalikan,” tutup Edi.

Berdasar data terkini, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kukar berjumlah 50 orang, 41 orang diantaranya sembuh dan 9 orang masih menjalani perawatan. (*)

More Stories
Bontang dan Samarinda Tertinggi, Berikut Daftar Kadar Zakat Fitrah dan Fidyah 2020 Kab/Kota se-Kaltim