Momen Liburan Picu Kenaikan Kasus Covid-19 di Kalimantan Timur

KEPALA Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr Padilah Rante Muna mengatakan peningkatan kasus Covid-19 di wilayah setempat memasuki awal tahun 2021 berkaitan dengan libur panjang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

Menurut Padilah peningkatan kasus aktif Covid-19 memasuki awal Januari tahun ini tidak hanya terjadi di Kaltim saja, namun hampir semua daerah di Indonesia.

“Betul sekali, se-Indonesia terjadi peningkatan kasus aktif yang tinggi,” kata Padilah Mante Runa di Samarinda, Jumat (8/1).

Ia menilai tingginya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berkorelasi dengan masa libur panjang sebab sesuai dengan masa inkubasi virus hari ke-7 sampai hari ke-10.

Jika dihitung masa libur natal sejak 24-27 Desember 2020 maupun libur tahun baru 31 Desember 2020 – 3 Januari 2021, maka sangat relevan kalau saat ini masuk masa inkubasi virus.

“Sejak awal wabah corona merebak, telah disampaikan masa inkubasi virus adalah 14 hari,” sebutnya.

Karenanya, tingginya angka positif memasuki minggu kedua Januari ini merupakan bagian masa inkubasi virus.

Padilah kembali mengingatkan sejak awal (sebelum masa libur), pemerintah telah mengingatkan dan terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah pencegahan tertular virus corona.

“Salah satunya tetap di rumah dan tidak berkunjung ke kawasan wisata ataupun fasilitas umum yang banyak kerumunan orang,” jelasnya.

Ia mengatakan belajar dari pengalaman pascalibur panjang, selalu terjadi lonjakan kasus positif corona.

Padilah berharap masyarakat tetap patuh anjuran pemerintah dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dalam beraktifitas sehari-hari.

“Selalu pakai masker, jaga jarak aman dan tidak berkerumun, serta biasakan cuci tangan pakai sabun atau hand sanitazer,” harapnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Kaltim menyebutkan pada 1 Januari 2021 jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim sebanyak 27.373 kasus.

Saat ini, 8 Januari 2020, kasus terkonformasi positif sudah mencapai 29.724 kasus, atau telah terjadi penambahan sebanyak 2.351 kasus dalam hitungan delapan hari. Kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur tambah 512 kasus terkonfirmasi positif pada Jumat.

Juru bicara satgas Covid-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan tambahan kasus aktif didimominasi sejumlah wilayah diantaranya Balikpapan dengan tambahan 138 kasus, Samarinda 98 kasus, Kutai Barat 81 kasus dan Bontang 74 kasus.

Tambahan kasus lainnya terjadi di Berau 42 kasus,Kutai Kartanegara 32 kasus, Kutai Timur 39 kasus, Mahakam Ulu 1 kasus, Paser 8 kasus dan Penajam Paser Utara 2 kasus.

“Dua hari terakhir terjadi lonjakan kasus aktif cukup signifikan yakni hampir seribu kasus, saat ini total kasus terkonfirmasi positif di Kaltim sebanyak 29.724 kasus,” kata Andi Muhammad Ishak dalam keterangan resmi di Samarinda.

Andi juga menginformasikan adanya tambahan kasus kesembuhan pasien sebanyak 255 kasus dan menjadikan total pasien yang dinyatakan sembuh menjadi 24.507 kasus.

“Tambahan kasus sembuh terjadi di Berau 57 kasus, Kutai Kartanegara 41 kasus, Kutai Timur 27 kasus, Penajam Paser Utara 10 kasus, Balikpapan 98 kasus, Bontang 13 kasus dan Samarinda 9 kasus,” kata Andi Muhammad Ishak.

Andi menambahkan untuk kasus kematian juga terjadi penambahan sebanyak delapan orang dengan rincian enam orang di Balikpapan dan sisanya di Kutai Barat dan Kutai Timur.

“Akumulasi kasus kematian sebanyak 797 orang, sedangkan 4.420 orang masih menjalani perawatan medis,” kata Andi Muhammad Ishak.

Sementara itu, perkembangan kasus Covid-19 khusus wilayah Kaltim peringkat pertama masih di sandang Kota Samarinda dengan jumlah 7.210 kasus.

Disusul, Balikpapan 6.711 kasus, Kutai Kartanegara 5.283 kasus, Kutai Timur 4.159 kasus dan Bontang 2.090 kasus.

Lima kabupaten lainnya yakni Berau 1.569 kasus, Paser 1.267, Kutai Barat 978 kasus, Panajam Paser Utara 402 kasus dan Mahakam Ulu 55 kasus.

“Untuk pasien yang masih menjalani perawatan medis terbanyak berada di Balikpapan dengan jumlah 1.108 pasien, disusul Kutai Kartanegara 946 pasien, Berau 587 pasien dan Samarinda 579 pasien,” kata Andi Muhammad Ishak.

 

 

[Source: Antara]

More Stories
Pekerja di Bontang Bermasalah THR? Hubungi Kontak Aduan Disnaker di Sini