Meski Trennya Baik, Bontang Tetap Rawan Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, dr. Bahauddin (dok.bontangkota)

KOTA Bontang menunjukan tren baik perkembangan Covid-19. Dalam tiga hari terakhir, tak ada penambahan pasien positif, Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pengawasan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Meski begitu, status monitorong melonjak tajam. Sampai hari ini, Selasa (26/5) per pukul 14.00 Wita ada penambahan 75 orang. Jika ditotal sudah ada 7.275 orang berstatus monitoring, 705 diantaranya memiliki keluhan, 1.114 orang masih proses monitoring. (Selengkapnya lihat grafis)

“Kalau per hari ini tidak ada penambahan pasien positif, OTG, ODP, dan PDP. Hanya orang berstatus monitoring saja, 75 orang,” jelas dr Bahauddin, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, lewat siaran persnya, Selasa (26/5).

Kata Bahauddin, pelaku perjalanan dari luar Kota Bontang yang selanjutnya berstatus monitoring. Merujuk data ini, lanjut dia, Bontang masih rawan penyebaran virus corona. Semua pelaku perjalanan dianggap memiliki risiko terinfeksi COVID-19 dari daerah transmisi lokal maupun risiko selama perjalanan.

Memang kata Baha, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pengawasan (ODP), dan pasien terkonfirmasi positif tak bertambah signifikan. Namun, tetap saja risiko penyebaran itu tetap ada.

Makanya, pelaku perjalanan yang melapor akan dipantau petugas. Termasuk kemungkinan perubahan status menjadi OTG maupun ODP. Perubahan status menentukan masa isolasi, tetap 14 hari atau diperpanjang 28 hari.

Bahauddin kembali menegaskan jika pandemi COVID-19 belum berakhir. Tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Semua orang yang baru datang dari luar Bontang melapor ke PSC Call Center melalui Telpon, WA, SMS (tidak usah datang) ke nomor 08115407119 atau mengisi google form https://bit.ly/covidbontang untuk mendapatkan protokol kesehatan serta pemantauan petugas jika diperlukan.

“Pandemi COVID-19 belum berakhir, perlu waktu dan proses panjang hingga kita bisa menyatakan bebas dari COVID-19,” jelas Bahauddin.

Dia juga menegaskan bahwa situasi sekarang ini masih belum normal. Dunia masih dihadapkan pada persoalan yang cukup berat. Seluruh dunia pun telah setuju dan mengakui bahwa situasi ini tidak akan sama seperti dulu kala. Oleh karenanya diperlukan cara pandang baru ini sebagai bagian dari adaptasi pasca COVID-19.

Harus ada perilaku baru dalam melawan COVID-19. Masyarakat harus mulai membiasakan hidup normal baru dengan selalu melaksanakan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun, jaga jarak fisik, pakai masker dan menghindari kerumunan, serta mulai produktif kembali namun tetap aman dari COVID-19. (*)

More Stories
Jurnalis Diananta Divonis 3 Bulan 15 Hari: Preseden Buruk Kebebasan Pers