Meski Pandemi, Produk UKM Kaltim Tembus ke 10 Negara

  • Whatsapp
Gubernur Kaltim, Isran Noor [Foto: Syaiful/humaskaltim]

PRANALA.CO – Meski pandemi, pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kalimantan Timur (Kaltim) tetap eksis menemukan pasarnya di luar negeri.

Buktinya, 9 pelaku UKM mampu mengekspor produk olahannya ke 10 negara tujuan. Diantaranya; China, Singapura, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Pakistan, India, dan beberapa negara di Eropa. Nilainya US$ 2 juta atau setara Rp28 miliar lebih.

Bacaan Lainnya

Produk yang diekspor pun beraneka ragam. Misalnya, rayung, kopra dan lidi nipah dengan negara tujuan Pakistan dan India (CV Masagenah). Minyak jelantah dengan tujuan Eropa (PT Garuda Sinar Perkasa). Kayu olahan ulin ke Jepang (CV Alfa Moulding), kayu moulding decking, beam dan stick dengan negara tujuan Jepang (CV Wana Karya) dan amplang diekspor ke Taiwan (Koperasi Produsen Bina Taruna Mandiri).

Selain itu, untuk ikan segar, kepiting dan udang diekspor ke Malaysia, Singapura dan China (CV Tiga A). Roasted kopi ke Singapura (Delli Coffe), rumput laut kering ke Korea Selatan (CV Multi Sarana Jaya) dan hasil laut gurita diekspor ke China (Koperasi Nelayan Karunia Abadi).

Hal ini pun mendapat apresiasi dari Gubernur Kaltim Isran Noor saat melepas ekspor ke 10 negara tujuan di sela pelaksanaan Forum Perangkat Daerah Sektor Industri, Perdagangan, Koperasi dan UMKM se-Kaltim 2021 di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (24/3/2021).

“Saya sangat mengapresiasi UKM kita. Mereka membuktikan, pandemi bukan menyuruh kita malas, justru harus terus beraktivitas. Lebih kreatif menjadikan pandemi sebagai tantangan dan peluang,” puji Gubernur.

Menurut Gubernur Isran hal ini bisa dilakukan karena sinergi baik antara Dinas Perindagkop Kaltim dan dinas terkait di kabupaten dan kota, pemerintah pusat dan stake holder lainnya (swasta, asosiasi terkait, Bank Indonesia dan Himbara). Sinergi yang baik ini sukses mengawal UMKM menjadi jauh lebih baik dan maju menatap ekspor di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Jujur saja, peran UKM sangat besar di Provinsi Kaltim,” sebut Isran Noor mengutip laman resmi Pemprov Kaltim.

Atas kegigihan para pelaku UKM itu, Pemprov Kaltim kemudian memberikan penghargaan bagi eksportir berjasa di Kaltim, sekaligus menyerahkan sertifikat halal kepada 15 pelaku usaha di Kaltim dalam Forum Perangkat Daerah yang digelar 23-26 Maret 2021.

Gubernur mengaku sangat bahagia karena meski pandemi ekspor Kaltim terus bergerak maju. Keuntungan Kaltim lainnya, karena ekspor sudah bisa langsung dilakukan ke negara tujuan melalui Pelabuhan Kariangau Balikpapan. Contoh sejak enam bulan lalu Kaltim sudah melakukan ekspor pisang ke Malaysia.

Kegigihan dan keseriusan Gubernur Isran Noor membina pelaku UKM juga mendapat apresiasi dari Deputi Perkoperasian Kemenkop Ahmad Zabadi dan Dirjen IKMA Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih. Perhatian Gubernur itu berbuah manis, karena bukan hanya Kaltim sukses menjadi pemenang dan juara di berbagai ajang lokal, regional , nasional, tapi juga sukses merebut hati pembeli di luar negeri.

Menurut keduanya, Kaltim berada dalam koridor yang tepat, karena pasar global memiliki pangsa pasar konsumen (demand side) jauh lebih besar yaitu lebih dari 3 miliar orang, dibanding dalam negeri yang hanya sekitar 250 juta orang. [jn]

Pos terkait