Pranala.co, BALIKPAPAN — Kota yang rapi bukan sekadar soal bangunan megah. Kabel yang semrawut, spanduk yang menutup pandangan, dan baliho yang berdiri tanpa aturan sering kali menjadi wajah pertama yang dilihat warga maupun tamu kota.
Itulah yang kini ingin dibenahi Pemerintah Kota Balikpapan. Pemkot Balikpapan menyatakan komitmennya untuk menata ulang kabel utilitas serta spanduk dan baliho yang selama ini dinilai mengganggu keindahan kota. Penataan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang lebih estetik sekaligus mendukung visi smart city.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyampaikan bahwa penataan kabel menjadi fokus utama dalam agenda pembenahan tata kota ke depan. Kabel-kabel yang saat ini menjuntai di udara akan diarahkan untuk ditata lebih rapi, bahkan ditanam melalui jalur bawah tanah.
“Ke depan, kabel-kabel diharapkan bisa melalui jalur tanah agar kota terlihat lebih tertib dan indah,” ujar Rahmad, Selasa (10/2/2026).
Menurut Rahmad, penataan utilitas bukan hanya soal estetika, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang menuju Balikpapan sebagai kota cerdas. Infrastruktur yang tertata akan memudahkan pengelolaan layanan publik berbasis teknologi.
“Insyaallah, pelan tapi cepat akan kita tertibkan,” katanya.
Selain kabel utilitas, penataan spanduk dan baliho juga menjadi perhatian serius. Selama ini, pemasangan alat peraga tersebut kerap dinilai semrawut dan tidak sesuai tata ruang kota.
Rahmad mengungkapkan, persoalan spanduk dan baliho bahkan sempat menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Karena itu, penertiban akan dilakukan secara konsisten dan menyeluruh.
Wali kota menegaskan, penertiban yang dilakukan pemerintah tidak bersifat tebang pilih. Semua pihak akan diperlakukan sama sesuai aturan yang berlaku.
“Jangan dikira pemerintah hanya mengimbau pihak tertentu saja. Tidak ada pilih kasih,” tegasnya.
Ia menekankan, penataan dilakukan bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan untuk menciptakan ruang kota yang tertib, nyaman, dan enak dipandang.
Rahmad juga mengakui, masih terdapat berbagai keterbatasan dalam penataan kota. Namun, hal itu justru menjadi pemacu untuk terus melakukan perbaikan.
“Walaupun kita akui masih ada kekurangan, dengan kekurangan itu justru akan kita benahi, termasuk soal keindahan dan tata kota,” ujarnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















