Mengutip Lelucon Gus Dur Soal ‘Polisi Jujur’, Ismail Diciduk Polisi

Ilustrasi media sosial. (Shutterstock)

SEORANG lelaki, warga Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, bernama Ismail Ahmad diperiksa, lantas mengaku dipaksa minta maaf oleh polisi. Gara-garanya, dia mengutip guyonan presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, di Facebook pribadinya.

Guyonan yang dipersoalkan mungkin familiar buat sebagian pembaca, berbunyi begini: “Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng.” Status Facebook tersebut dibuat pada 12 Juni lalu, sekira jam 11 siang WITA.

Ismail mengaku menulis kutipan itu karena menurutnya lucu dan menginspirasi. Apesnya, Polres Kepulauan Sula tersinggung dan memanggil Ismail ke kantornya, hanya tiga jam setelah status diunggah.

Dia pun dianggap perlu meminta maaf dan melakukan klarifikasi secara terbuka atas status kurang beradab itu. Polisi mewajibkan Ismail berjanji enggak akan mengulangi lagi mengutip hal-hal yang dianggap mengandung unsur pencemaran nama baik institusi berseragam paling mantap itu. Kekanak-kanakan enggak apa-apa, yang penting tegas di mata masyarakat.

“[Saya] ditanya postingan itu maksudnya apa, tujuannya apa, ya saya cerita saya kan kutip dari guyon Gus Dur aja, enggak ada maksud apa-apa,” kata Ismail saat diwawancarai Tirto, menjelaskan maksud dan tujuan unggahannya tersebut.

Ismail mengaku beberapa saat setelah mengunggah kutipan itu, dia langsung di-WA Sekretaris Daerah Kepulauan Sula yang meminta status itu segera dihapus. Tiba-tiba di-WA pejabat publik, Ismail nurut dan menghapus unggahannya saat itu juga.

Namun, ternyata ia kemudian didatangi tiga orang polisi tanpa seragam dan surat penangkapan. Setelah melontarkan permintaan maaf, tidak ada proses hukum lanjutan terkait status Ismail di medsos itu. Ia hanya diminta menyampaikan klarifikasi kepada publik melalui konferensi pers di kantor Polres Kepulauan Sula, Selasa (16/6) kemarin.

“Saya selaku pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya atas postingan saya di media sosial Facebook yang menyinggung instansi maupun masyarakat. Saya merasa sangat menyesal dan bersalah, serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut,” ungkap Ismail dalam konferensi pers, dikutip Tempo.

Kapolres Kepulauan Sula AKBP Muhammad Irvan menyatakan pemanggilan Ismail Ahmad, pengunggah guyonan Gus Dur di media sosial, hanya untuk klarifikasi perkara.

“Yang bersangkutan kami panggil untuk klarifikasi tentang niat atau mens rea mengunggah hal tersebut,” kata Irvan katanya kepada reporter Tirto, Rabu (17/6/2020).

Berdasar pemeriksaan, motif Ismail yakni hanya iseng saja dan suka mengutip pernyataan tokoh. “Dan yang bersangkutan minta maaf jika hal tersebut menyinggung institusi Polri, sehingga kami adakan press release untuk (Ismail) minta maaf. Sebagai pembelajaran di masyarakat agar lebih bijak di media sosial, setelah itu yang bersangkutan pulang,” jelas Irvan. (*)

More Stories
Meski Zona Merah, 48 Masjid di Kutai Timur Masih Gelar Salat Jumat dan Tarawih