Mengenal Lebih Dekat Wabup Mahulu, Terjun Politik – Meratakan Pendidikan Hingga ke Pelosok

Perhatian Y Juan Jenau terhadap Pendidikan di daerahnya Kabupaten Mahulu sangat besar

PRANALA.co — Usia Yohanes Juan Jenau, Wakil Bupati Mahakam Hulu memasuki lebih dari setengah abad. Namun semangatnya tetap menyala untuk merubah wajah Kabupaten pemekaran yang pernah masuk wilayah administrasi Kabupaten Kubar tujuh tahun silam. Yohanes Juan Jenau, mantan Anggota DPRD Kukar dapil pedalaman hulu kala itu menceritakan masa – masa ia tumbuh sebagai remaja di daerah yang berbatasan dengan Malaysia. Pria kelahiran Naha Aru, Long Pahangai 20 Desember 1959 itu menceritakan masa ia beranjak remaja diisi dengan pelbagai kegiatan belajar dan mengumpulkan serbuk gergaji kayu. Dalam kesempatan lain, saat musim tanam tiba, Y Juan Jenau kerap ikut berladang bersama keluarganya. Sejak lama, secara turun sebagai pria yang lahir sebagai anak Dayak, berladang maupun berkebun menjadi hal biasa ayah dua anak itu kerjakan. Lulus di SMP Khatolik, Kecamatan Tering, sekarang Kabupaten Kubar tahun 1977. J Juan Jenau mengenyam pendidikan di SMA Khatolik, Jalan WR Soepratman, Samarinda. J Juan Jenau selesai menamatkan SMA pada tahun 1981 dan melanjutkan pendidikan di Perguruan IKIP Sanata Dharma, Merican, Kabupaten Sleman, Yogjakarta. Setelah empat tahun selesai menyelesaikan perkuliahan, JJ sapaannya itu kembali ke kampung halaman dan mengajar di SMP Khatolik Tering. Tiga bulan menjadi guru, JJ diangkat menjadi Kepala Sekolah. Karena pendidikan menjadi perhatian JJ. Bersama istri dan kerabat, JJ mulai membangun sekolah PAUD dan berhasil mendirikan 14 belas PAUD yang tersebar di daerah Mahulu. Tak sampai disitu, yayasan yang dia bentuk itu pula berhasil mendirikan asrama pelajar anak-anak muda Mahulu di Kota Samarinda. Untuk mempercepat pemerataan pendidikan dan pembangunan di daerahnya. JJ menganggap tujuan besarnya tidak dapat terwujud bila tak terlibat dalam perumusan kebijakan politik. Lantas JJ menjelaskan bahwa dirinya harus mengambil peran politis di Parlemen, saat itu iya menjadi perwakilan anggota DPRD Kukar untuk pertama kali kiprah politiknya. “Pendidikan penting sekali, moto hidup saya pendidikan, memutus mata rantai kemiskinan,” ujarnya (21/12/2019)

More Stories
BUMN asal Tiongkok Tertarik Investasi di Proyek Kereta Api Kaltim