Menengok Prosesi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Proses upacara pemakaman jenazah COVID-19 di TPU Punggolaka Kendari. (Foto: Dok pribadi)

SEORANG pasien positif COVID-19 yang berjenis kelamin laki-laki berinisial RR (75 tahun) meninggal dunia di Ruang Isolasi RS Bahteramas Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sekitar pukul 01.30 WITA, Sabtu (18/4).

Warga Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sultra, yang merupakan pensiunan Polisi itu dimakamkan dengan upacara penghormatan di TPU Punggolaka Kendari.

Mengulik Kendarinesia, sebelum dibawa ke tempat peristirahatan terakhir, lansia yang punya riwayat penyakit penyerta gagal ginjal itu lebih disalatkan oleh petugas Kepolisian dari Biddokes Polda Sultra dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Sementara itu, keluarga pasien tampak berdiri di belakang petugas yang sedang menyalatkan jenazah. Pihak keluarga tampak menggunakan makser, dan jenazah berada di dalam mobil ambulans.

Jenazah saat disalatkan. Foto: Dok Pribadi

Usai disalatkan, jenazah lalu dibawa menuju TPU Punggolaka dengan pengawalan dari pihak Kepolisian. Tampak ambulans, peti jenazah, keluarga, dan seluruh petugas yang memakamkan disemport disinfektan.

Setelah tiba, peti jenazah diletakkan di dekat laing lahat. Tampak pasukan upacara mengambil barisan, kelaurga almarhum juga tampak menghadiri upacara yang dipimpin oleh pejabat menengah Samapta Polda Sultra, AKBP Amirullah.

Lalu, prosesi penghormatan pun dimulai, keluarga berada di dekat barisan, jaraknya pun diatur. Para petugas yang mengenakan APD kemudian melakukan penghormatan sembari mengikuti aba-aba dari pemimpin upacara.

Setelah proses penghormatan, peti jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat. Pemakaman kali ini dilakukan secara islam, meskipun jenazah berada di dalam peti. Hal ini dilakukan berdasarkan standar badan kesehatan dunia WHO.

Dokter Forensik Biddokes Polda Sultra, Kompol Mauluddin, menjelaskan keluarga diikut sertakan dalan proses pemakaman karena jenazah dan peti telah disemprot cairan disinfektan.

Jenazah saat mulai dimasukan ke liang lahat.

Selain itu, jarak antar keluarga mauapun keluarga dengan petugas kesehatan diatur hingga tak berdekatan.

Mauluddin mengaku bersyukur, proses pemakaman berjalan lancar. Keluarga dapat menyaksikan dan warga sekitar bisa menerima dengan baik.

Menurut dia, hal tersebut menunjukan bahwa pemakaman pasien positif Corona tidak perlu dikhawatirkan, apalagi sampai ditolak. Yang penting, seluruh standar kesehatan yang telah ditetapkan diikuti dengan baik dan benar.

“Jenazah yang sudah dibungkus plastik tidak akan menularkan (virus) lagi. Karena seiring dengan pembusukan lanjut, cairannya akan mematikan virus, bahkan 2 jam ketika dibungkus plastik, droplet tidak akan lagi keluar dari jenazah,” jelas Mauluddin.

Para petugas pemakaman jenazah.

Sementara itu, salah satu perwakilan keluarga pasien, Abdul Mansur, mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Tim Forensik Polda Sultra yang sudah melibatkan mereka, mulai dari salat jenazah hingga pemakaman.

Dia juga mengucapkan terima kasih karena Tim Forensik bersedia mengurus jenazah dengan baik hingga proses pemakaman selesai. Tak lupa pula penghargaan bagi tenaga medis yang telah merawat pasien saat berada di ruang isolasi.

“Terima kasih kepada Polda Sultra yang bisa mengikutkan kami untuk melihat proses pemakaman. 2 minggu orang tua kami dirawat (Di RSUD Bahteramas) juga sudah diberikan pelayanan yang baik,” pungkasnya. (*)

More Stories
Sita 2 Ekskavator, Aktivitas Tambang Batubara Ilegal di Bukit Suharto Disetop