Massa Kampanye Dibatasi, Pilkada Bontang Digelar Desember 2020

Komisioner KPU Bontang, Musdalifah Machmud.

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Bontang siap menggelar Pilkada serentak pada Desember 2020. Tahapan pilkada yang sempat tertunda pun bakal dilanjutkan 15 Juni 2020 mendatang.

“Pada prinsipnya KPU siap melaksanakan tahapan pilkada lanjutan sampai hari pencoblosan di Desember,” jelas Komisioner KPU Bontang, Musdalifah Machmud saat dikonfirmasi Pranala.co, Kamis (28/5).

Penyelenggaraan Pilkada serentak pada Desember 2020 telah dituangkan dalam Perppu No.2 Tahun 2020 sebagai penundaan Pilkada akibat Covid-19. Selain itu, penyelenggaraan Pilkada serentak ini sudah mendapatkan saran, usulan dan dukungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui surat B-196/KA GUGUS/PD.01.02/05/2020 tanggal 27 Mei 2020.

Ifa–sapaan akrabnya, bilang KPU Bontang telah merencanakan tahapan berikutnya secara daring dan mengedepankan protokol kesehatan. Pelantikan panitia penyelenggara, tahap pendaftaran dan verifikasi. Semua dilakukan secara virtual. Untuk tahapan yang perlu tatap muka diberlakukan protokol kesehatan.

“Pada intinya kita akan melakukan prinsip-prinsip kegiatan tahapan sesuai protokol kesehatan, menjaga jarak saat berinteraksi, melindungi diri dengan menggunakan masker, hand sanitizer, atau jika diperlukan melakukan disinfektan untuk ruangan tertentu,” urai Ifa.

Lanjut dia, tahapan-tahapan yang tertunda pun akan segera dilanjutkan. Seperti Pelantikan panitia pemungutan suara (PPS), rekrutmen petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dan pencocokan, dan penelitian (coklit) data pemilih.

Lalu, pencocokan dan penelitian daftar pemilih dimulai 4 Juli 2020, lalu 27 Juli 2020 mulai jalan pengadaan logistik pemilihan. “Penetapan pasangan calon mulai 17 Agustus sampai 8 September. Pada 11 September tahapan kampanye. Pencoblosan bulan Desember,” ucapnya.

Sementara untuk kampanye akan dikurangi kampanye masif yang melibatkan banyak orang. Untuk hari pemungutan, akan dikurangi jumlah pemilih dalam satu TPS. Semula, misalnya per TPS ada 800 pemilih akan dikurangi setengahnya, menjadi 400 pemilih saja.

Lalu, soal konsekuensi biaya Pilkada bertambah karena ada penambahan item penyediaan masker dan alat protokol kesehatan Covid-19. Musdalifah menyebut jika memungkinkan pergeseran anggaran saja. Namun, itu belum pasti, tunggu keputusan bersama.

“Bisa saja tidak ada penambahan namun pergeseran. Tapi belum pasti ya. Anggaran itu nantinya untuk beli masker, handsanitizer bagi petugas KPU hingga TPS nanti,” jelasnya.

Diketahui, anggaran Pilkada Bontang sebesar Rp 20 miliar lewat dana hibah yang diperuntukan 3 pasangan calon. Dana itu sudah diterima KPU Bontang sebesar Rp 17 miliar lebih. (*)

More Stories
Terkena Lemparan Benda Keras saat Kawal Demo Omnibuslaw, Kapolresta Balikpapan Tumbang