Mandek, Ini Upaya Pemprov untuk Investasi di Kaltim

Ilustrasi investasi.

PRANALA.CO, Samarinda – Pandemi Covid-19 yang terjadi hingga mendekati akhir tahun memberikan pengaruh pada perekonomian di daerah. Tak terkecuali dengan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Bahkan, Pemprov Kaltim mengemukakan, saat banyak investasi yang mandek di provinsi berjuluk Bumi Etam tersebut.

“Kondisi di Kaltim saat ini para investor sudah tidak ada yang berani untuk melakukan investasi, karena fakta kondisi ekonomi lagi sulit,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltim Abu Helmi, Senin (9/11).

Tak hanya itu, Pemprov Kaltim juga berharap komitmen pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi secara nasional di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Kaltim mengalami deflasi sepanjang Agustus sebesar 0,17 persen. Apabila dilihat secara tahunan (year on year), inflasi di Kaltim mencatat 0,62 persen dan secara tahun kalender sebesar 0,75 persen.

Lanjut dia, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh tiga kelompok pengeluaran yakni kelompok makanan minuman dan tembakau sebesar 0,99 persen diikuti kelompok transportasi sebesar -0,45 persen dan kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen.

Adapun kelompok lainnya menunjukkan peningkatan indeks yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,21 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,20 persen, kelompok lengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,18 persen.

Sementara kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen, kelompok rekreasi olahraga dan budaya sebesar 0,07 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 0,06 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen.

Abu Helmi juga berharap pemerintah pusat mengupayakan transformasi digital dalam menghadapi era industri 4.0.

“Kami juga mengharapkan agar Kabupaten dan kota segera mendistribusikan anggaran sehingga terserap secepat mungkin, agar perputaran perekonomian di masyarakat tetap berjalan di masa pandemi Covid-19 ini,” katanya.

 

 

[dw]

More Stories
Demi Zona Hijau, Masuk ke Mahulu Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19