Pranala.co, MANCHESTER – Manchester City memastikan satu tempat di final Piala Liga Inggris 2025/2026. Kepastian itu diraih setelah The Citizens kembali menaklukkan Newcastle United dengan skor 3-1 pada leg kedua semifinal di Stadion Etihad, Kamis (5/2/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut mengukuhkan keunggulan agregat telak 5-1 bagi pasukan Pep Guardiola. Sebelumnya, City juga menang 2-0 pada leg pertama. Dengan demikian, langkah Newcastle terhenti, sementara City melenggang mantap menuju partai puncak di Stadion Wembley.
Di final, Manchester City akan menghadapi Arsenal pada 22 Maret mendatang. Duel ini dipastikan sarat gengsi karena mempertemukan Guardiola dengan Mikel Arteta, mantan asistennya yang kini menukangi The Gunners.
Penyerang Manchester City, Omar Marmoush, tampil sebagai bintang kemenangan. Pemain internasional Mesir itu mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya disumbangkan gelandang Tijjani Reijnders.
City langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tuan rumah tampil dominan dan menekan Newcastle tanpa henti.
Gol pembuka tercipta saat laga baru berjalan enam menit. Tembakan Marmoush sempat mengenai bek Newcastle, Dan Burn, sebelum berbelok arah dan bersarang di gawang tim tamu.
Marmoush kembali mencatatkan namanya di papan skor pada babak pertama. Ia menyambut umpan silang Antoine Semenyo dengan sundulan jarak dekat yang tak mampu diantisipasi kiper Newcastle. Gol tersebut menambah catatan impresif Marmoush, yang kini telah mengoleksi 12 gol bersama City. Menariknya, lima gol di antaranya dicetak ke gawang Newcastle di Etihad Stadium.
Dominasi Manchester City berlanjut hingga gol ketiga tercipta menjelang turun minum. Semenyo kembali menjadi kreator setelah umpannya diselesaikan Reijnders dengan sepakan akurat, membuat City unggul 3-0.
“Kami menunjukkan mentalitas yang sangat baik,” ujar Marmoush kepada Sky Sports usai pertandingan. “Kami bersatu sebagai tim dan sejak menit pertama sangat fokus pada tugas kami. Kami senang bisa mencapai final.”
Ia menegaskan ambisi City untuk kembali mengangkat trofi. “Kami di sini untuk memenangkan gelar. Kami bekerja keras setiap hari dan berharap bisa memenangkan piala ini untuk semua pemain, baik yang baru maupun yang sudah lama bersama tim,” katanya.
Newcastle sempat memberikan perlawanan pada babak kedua. Gol hiburan tim tamu tercipta lewat pemain pengganti Anthony Elanga setelah laga melewati menit ke-60. Memanfaatkan kecepatannya, Elanga melepaskan sepakan melengkung yang tak mampu dijangkau kiper City, James Trafford.
Elanga bahkan hampir menambah gol bagi Newcastle. Namun, dua peluang emas yang ia dapatkan gagal berbuah gol, termasuk satu kesempatan dari jarak sangat dekat. Di sisi lain, City juga nyaris memperbesar keunggulan melalui Erling Haaland, tetapi sepakannya hanya membentur tiang gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk Manchester City tetap bertahan.
Bagi Manchester City, final ini menjadi kesempatan untuk menambah koleksi trofi Piala Liga Inggris. Klub asal Manchester tersebut tercatat pernah menjuarai ajang ini empat kali secara beruntun pada periode 2018 hingga 2021, serta telah mengoleksi delapan gelar sepanjang sejarah—hanya kalah dari Liverpool yang memiliki 10 trofi.
Sementara itu, Arsenal akan datang ke Wembley dengan motivasi besar. The Gunners terakhir kali menjuarai Piala Liga Inggris 33 tahun lalu dan baru dua kali mengangkat trofi ini. Final melawan Manchester City pun menjadi peluang emas bagi Arteta untuk mengakhiri penantian panjang klub London Utara tersebut.
Partai puncak di Wembley diprediksi berlangsung ketat. Dua tim dengan filosofi permainan menyerang itu siap menyajikan duel bergengsi demi satu trofi bergengsi di sepak bola Inggris. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















