Longsor di Teluk Bajau Samarinda Tak Kunjung Beres

  • Whatsapp
Pemandangan warga yang susah lewat di Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Samarinda karena longsornya makin parah. [Dok IST]

SAMARINDA – Longsor di Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) atau lebih dikenal dengan Teluk Bajau belum tuntas. Warga masih dihantui petaka longsor, terlebih saat hujan. Arus lalu lintas terganggu.

Sejatinya persoalan tanah longsor di Teluk Bajau ini memang menuntut dituntaskan. Sebab, ini satu-satunya jalur penghubung dua kecamatan. Yakni, Samarinda Seberang dan Palaran. Sementara untuk jalan alternatif sudah tersedia, sayangnya lintasan pertama terlalu terjal.

Bacaan Lainnya

Yaitu, melewati kolong Jembatan Mahkota II, sementara kedua melewati jembatan, namun pilihan ini jarang diambil karena terlalu jauh bila hendak menuju Samarinda Seberang.

Diduga, kawasan longsor ini dulunya bekas galian perusahaan tambang. Namun itu 11 tahun lalu atau 2010 silam. Tidak hanya satu, tapi ada dua perusahaan tambang. Bahkan salah satu di antaranya baru berhenti mengeruk pada 2016 lalu.

Muhammad Sabani, Sekprov Kaltim pun sepakat dengan hal tersebut. Sebab, jalan ini merupakan akses krusial bagi dua kecamatan. Itu sebab, perlu diketahui dari mana asal tanah tersebut.

“Pemiliknya siapa, kenapa dibiarkan. Kalau ditangani, mau dibuang ke mana, apakah sehari langsung selesai,” sebutnya.

Sekprov Sabani berpendapat, timbunan tanah yang longsor tersebut memang tidak padat dan mudah longsor saat hujan. Bagaimana pun juga, jika tanah tersebut berasal dari galian yang ditumpuk maka sampai kapan pun akan longsor.

Longsor di Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Samarinda menghalangi warga yang hendak menuju kota atau Palaran. [IST]
“Biar sepuluh alat berat kita kerahkan, pasti kewalahan juga,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk sementara waktu warga diminta bersabar. Terutama bagi para pengusaha. Sebab jalur ini tak hanya dilewati masyarakat umum tapi juga kendaraan berat, truk yang hendak menuju Pelabuhan Peti Kemas Palaran. Saat ini pemerintah berupaya meminimalkan ancaman longsor agar tidak terjadi lagi.

“Ya, semoga aja lah bisa tertangani cepat, tapi penanganannya tidak serta merta jadi. Tapi perlu waktu dan proses,” ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan akan menutup sementara lokasi selama lima hari. Terhitung mulai besok, Senin 19 April 2021 hingga Jumat 23 April 2021.

“Saya juga sampaikan mohon maaf bagi masyarakat yang seharusnya besok melintas di jalan ini harus mencari jalan alternatif, ini terpaksa kita lakukan untuk kepentingan keselamatan orang banyak,” ujar Andi Haru saat meninjau lokasi, Ahad (18/4/2021).

Kata Andi Harun, jalan ini sejatinya milik Pemerintah Provinsi Kaltim dan telah menerima anggaran perbaikan dari APBD Provinsi. Namun, prosesnya masih tahap ULP. Diperkirakan akan memakan waktu sekira satu bulan. Namun dia mengaku kecewa dengan penanganan dilakukan Pemprov selama menunggu proyek perbaikan tersebut berjalan.

“Pertama saya merasa kecewa dengan lambatnya PU Provinsi melakukan penanganan terhadap jalan ini, kita sayangkan. Setiap hari masyarakat lewat sini, tadi ada belasan orang yang jatuh saat saya sampai di lokasi ini,” katanya.

Dirinya pun mengaku memahami apa dirasakan masyarakat sehingga selalu mengeluhkan longsor di Teluk Bajau di media sosial. Tidak ada mobil tangki air standby. Lalu, Dishub Kaltim pun tak terlihat mengatur lalu lintas jalan yang parah ini. **

Pos terkait