Liga Indonesia Setop hingga Mei, Bagaimana Nasib Klub?

Ilustasi suporter Indonesia.

PT LIGA Indonesia Baru dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan menghentikan kompetisi sampai akhir Mei. Keputusan tersebut diakibatkan merebaknya wabah virus corona di Indonesia.

Berbagai langkah pun dilakukan oleh klub dengan meliburkan pemainnya. Bahkan, Barito Putera memiliki niat untuk membubarkan dahulu tim sampai ada keputusan mengenai kompetisi. Langkah ini bertujuan agar manajemen tidak membuang-buang uang untuk membayar gaji.

Pengamat sepak bola nasional, Kusnaeni, mengaku wajar jika tim mengalami dilema atas keputusan tersebut. Pasalnya, hal serupa pun terjadi di kompetisi negara lain seperti Spanyol, Italia, dan Inggris.

“Kalau sampai di titik itu memang sangat dilematis. Jangankan Indonesia, negara seperti Inggris, Spanyol, dan Italia pun sama. Mereka bersikap wait and see,” kata Bung Kus, sapaannya, menulik Republika.

Pengalaman operator di Eropa tentu berbeda dengan di Indonesia. Bung Kus mengakui di sana tentu lebih mapan dan matang ketika menghadapi permasalahan seperti ini sehingga operator liga di Indonesia bisa belajar dari sana. 

“Pak Iwan (Ketua PSSI) sudah minta klub dan operator untuk menghitung. Cuma jangan sampai kelamaan berdiskusinya. Buat klub, ini seperti argo. Taksi berhenti kan argo tetap jalan. Jadi, memang tidak bisa lama-lama,” kata Bung Kus menegaskan.

Menurut dia, keputusan memang menjadi yang paling dinantikan untuk klub. Dengan demikian, klub bisa memutuskan sampai kapan meliburkan pemain, tentunya dengan segala konsekuensi termasuk soal gaji. 

“Itu memang harus disiapkan oleh operator. Saya tahu mereka sedang menyiapkan, tapi jangan lama-lama karena argonya tetap jalan. Sesudah keputusannya mengerucut, kumpulkan klub, sodorkan hasil keputusan, ambil risiko dari yang paling bagus sampai paling buruk,” kata Bung Kus.

Dengan begitu, menurut dia, klub bisa mengambil kebijakan dalam mengelola tim. Pasalnya, situasi seperti ini tentu membuat klub kebingungan dalam menentukan sikap.

“Kalau klub bubarkan tim, tidak tahunya kompetisi mulai bulan Mei, tidak mungkin kan pemain dikumpulkan akhir April. Pemain ini berhenti seminggu saja sudah menurun, apalagi sampai dua bulan,” kata Bung Kus.

Namun, Bung Kus mengingatkan klub peserta liga jangan sampai membuat keputusan sendiri-sendiri. Pasalnya, hal tersebut bisa menambah persoalan yang ada. Untuk itu, federasi harus bisa membuat petunjuk bagi klub sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

“Karena menurut saya fakta yang real ini kompetisi tidak mungkin bisa mulai pada Mei, paling cepat selesai Lebaran, karena virus corona ini kurvanya naik terus,” kata Bung Kus.

Dia menyebut kompetisi bisa mulai jalan ketika kurva virus corona sudah menurun hingga akhirnya ada di titik paling landai. Dia menyebut kompetisi sepak bola hanya bisa digelar jika kondisinya sudah normal. Pasalnya, pada saat itulah izin keramaian untuk pertandingan bisa turun.

“Jadi, klub bisa enak untuk meliburkan pemainnya. Seperti Persib yang masih sempat lakukan laga uji coba dan Barito Putera yang sempat mau uji voba walau dibatalkan. Karena, mereka tidak tahu bagaimana rencana operator liga. Walaupun mereka sedang mempersiapkan, tapi jangan lama-lama,” katanya.

Kalteng Pulangkan Pemain

Manajemen Kalteng Putra harus memulangkan seluruh pemainnya ke kampung halamannya masing-masing. Hingga saat ini, kompetisi Liga 2 Indonesia belum jelas kapan akan dilanjutkan akibat pandemi COVID-19.

“Rencana semua pemain yang tinggal di Palangka Raya akan dipulangkan, kalau tidak besok atau lusa,” kata Pelatih Kalteng Putra Eko Tamamie saat dihubungi dari Palangka Raya, Ahad (29/3)

Pemulangan pemain ke kampung halamannya masing-masing, selain menyikapi pencegahan agar pemain tidak terkena COVID-19, juga karena belum jelasnya kapan kompetisi Liga 2 akan kembali digelar.

“Apabila 29 Mei 2020 tanggap darurat COVID-19 berakhir, maka pada Juni 2020 mereka sudah kumpul kembali di Palangka Raya untuk menjalani latihan serta menghadapi kompetisi,” katanya.

Mantan Asisten Gomes de Oliviera itu menegaskan, dengan tidak jalannya kompetisi tentunya sesuai surat edaran Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akan memberlakukan pemotongan gaji pemain. Meski ada kebijakan tersebut, Eko Tamamie belum mengetahui mengenai kebijakan klub apakah dilakukan pemotongan sesuai persenan yang sudah ditentukan atau tidak.

“Karena semua masalah gaji itu kebijakan manajemen klub, kalau saya tidak mengetahui mengenai hal itu. Namun pemotongan kayanya memang ada, berapa persen itu yang kami tidak mengetahuinya,” jelas Eko.

Eko yang juga berstatus sebagai anggota Kepolisian di Polda Kalimantan Tengah itu, juga menyarankan anak asuhnya, ketika berada di kediamannya masing-masing agar selalu menjaga kondisinya.

Bahkan tetap rutin menjaga kebugaran tubuh, agar kondisi fisik yang sudah bagus ketika menjalani latihan di markas Kalteng Putra tetap terjaga dan tidak hancur. “Meski mereka dipulangkan, saya juga tetap tekankan menjaga fisik agar tidak rusak ketika kembali ke Palangka Raya untuk menghadapi kompetisi lanjutan,” katanya menegaskan. ***

More Stories
UPDATE! Hasil Rapid Test Reaktif, Anak Pegawai Faskes Bontang Berstatus OTG