Lelang Jalan Tol Jembatan Balikpapan-Ibu Kota Negara Baru Ditunda

oleh -
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi kluster pemerintahan di calon ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).(KOMPAS.com/Ihsanuddin)

JALAN Tol Jembatan Balikpapan-Penajam Paser Utara [PPU] Kalimantan Timur, mengalami penundaan pelelangan. Padahal sedianya, jalan tol ini dilelang bersamaan dengan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap sepanjang 206,6 kilometer dan Sistem Transaksi Tol Non-tunai Nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit mengatakan, proyek ini ditunda proses lelangnya karena masih dalam pembahasan Sekretaris Tim Kajian Ibu Kota Negara (IKN). 

“Ini di-pending, dalam pembahasan Sekretaris Tim Kajian IKN. Kami menunggu keputusan Sekretaris Tim Kajian IKM,” ujar Danang melansir Kompas.com, Rabu [6/1].

Jalan Tol yang menghubungkan Jembatan Balikpapan dan Penajam Passer Utara sebagai IKN ini, dirancang sepanjang 7,9 kilometer dengan estimasi nilai investasi sebesar Rp 15,53 triliun.

Untuk diketahui, proyek ini diprakarsai badan usaha jalan tol (BUJT) PT Tol Teluk Balikpapan, anak usaha PT Waskita Toll Road (WTR).

Sebagai pemrakarsa, PT Tol Teluk Balikpapan mendapatkan hak menyamakan penawaran atau right to match. Tol Jembatan Balikpapan-Penajam Passer Utara merupakan jembatan tol pertama di Kalimantan.

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah melakukan penandatanganan kontrak pembangunan dua ruas jalan tol baru pada Senin [4/1].

Kedua jalan tol tersebut yakni, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi 6B dan Jalan Tol Layang Ancol Timur–Pluit (Elevated). Sementara delapan ruas lainnya dalam persiapan lelang, yakni:

  1. Jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg sepanjang 40 kilometer dengan nilai investasi Rp 23,16 triliun.
  2. Jalan Tol Semanan-Balaraja sepanjang 31,9 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp 16 triliun.
  3. Jalan Tol Akses Patimban sepanjang 37,7 kilometer dengan nilai investasi sebesar 6,35 triliiun.
  4. Jalan Tol Cikunir-Karawaci membentang 40 kilometer dengan investasi senilai Rp 26,15 triliun.
  5. Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung dengan panjang 31,17 kilometer senilai Rp 8,95 triliun.
  6. Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat sepanjang 61,5 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp 15,2 triliun.
  7. Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road Elevated (JORR Elevated/JORR Layang) Cikunir-Ulujami sepanjang 22 kilometer senilai Rp 21,57 triliun.
  8. Jalan Tol Harbour-Semarang sepanjang 20,86 kilometer dengan nilai investasi sebanyak Rp 11,4 triliun. 

 

 

[kp]

No More Posts Available.

No more pages to load.