Ledakan Positif Covid-19 dari Klaster Gowa

  • Whatsapp
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

KLASTER Gowa memang menjadi perhatian. Data terbaru Tim Gugus Percepatan Covid-19 di Kota Bontang, Sabtu (18/4) per pukul 14 .00 Wita terdapat 3 Orang Tanpa Gejala (OTG) terkonfirmasi positif berdasar hasil tes cepat atau rapid test.

Dua diantaranya masuk Klaster Gowa dan 1 OTG lainnya tidak terkait dari kasus manapun, dan tidak ada riwayat perjalanan.

“Ketiganya sekarang sudah diisolasi di RSUD Bontang,” jelas Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni lewat siaran persnya kepada Pranala.co, Sabtu (18/4).

Selain itu, status monitoring menunjukkan tren meningkat dalam 3 hari terakhir. Namun demikian, belum semua masyarakat yang baru datang telah melapor. Untuk itu diimbau agar semua warga Bontang yang baru tiba dari luar kota untuk segera melapor ke PSC call centre telepon/WA 0811-5407-119 atau link https://bit.ly/covidbontang.

“Orang yang masuk kategori OTG adalah siapapun yang pernah langsung dengan kasus konfirmasi positif,” jelas Neni

Sehari sebelumnya untuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP) bertambah 2 orang. Dua PDP baru ini berasal dari klaster Gowa dan telah dilakukan rapid test alias tes cepat COVID-19 dengan hasil positif. Keduanya dirawat di RSUD Taman Husada Bontang.

Bacaan Lainnya

Terpisah, Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Samarinda menjemput tiga pasien dengan status PDP di tiga lokasi berbeda. Ketiganya merupakan bagian dari klaster ijtimak dunia di Gowa.

“Ketiga pasien tersebut langsung dievakuasi menuju RSUD AW Syahranie Samarinda,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Samarinda Ismed Kosasih, Jumat lalu.

Penjemputan ini dilakukan setelah hasil rapid test ketiganya dinyatakan positif. Sehingga proses isolasi dilanjutkan dengan pengawasan tenaga medis di rumah sakit.

“Sebelumnya mereka isolasi mandiri di rumah,” tambah Ismed.

Persoalan dari klaster ijtimak dunia memang terus bermunculan mengingat banyak yang tidak melapor. Sehingga proses tracing membutuhkan waktu yang cukup lama.

Penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 secara signifikan terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim). Untuk pertama kalinya, penambahan jumlah pasien positif menjadi sembilan orang.

Padahal, selama lima hari terakhir tidak ada penambahan pasien yang dinyatakan terjangkit Covid-19. Dari Sembilan pasien tersebut, enam diantaranya merupakan peserta ijtimak dunia yang dilaksanakan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, dari 2.350 rapid test yang telah dibagikan ke kabupaten dan kota di Kaltim, sebanyak 1.635 unit atau 76,34 persen telah terpakai. Sebanyak 1.565 orang ditemukan Negatif dan 65 orang reaktif atau Positif terhadap rapid test ini.  

Dari 65 orang yang Positif, ternyata hasil tracing menunjukan 55 orang memiliki riwayat perjalanan ke Kabupaten Gowa, Sulsel mengikuti Tablig Ijtima Gowa. Dalam pemeriksaan cepat ini, jika terlihat tidak reaktif (Negatif) terhadap hasil tes, belum berarti bebas dari virus mematikan ini karena hanya satu kali tes. Rapid test diperlukan dua kali dalam tujuh hari ke depannya untuk di tes ulang. (*)

Pos terkait