Kutim Siapkan Rp 69 Miliar, Sudah Terpakai 90 Persen untuk Covid-19

Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim, Irawansyah.

PEMKAB Kutai Timur melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, telah mengeluarkan anggaran sekira 90 persen dari total anggaran Rp 69 miliar untuk penanganan covid-19. Dana itu dipakai selama tiga bulan ini.

“Selama tiga bulan ini Rp 69 miliar untuk Covid-19 itu 90 persen sudah dipakai anggarannya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim, Irawansyah, Kamis (25/6).

Kata dia, Pemkab telah menganggarkan kepada dinas terkait untuk penanganan covid-19, namun sementara ini masih menunggu laporan dari masing-masing dinas.

Berdasar hitung-hitungan, biaya penanggulangan virus Corona ini memang besar. Tapi sebenarnya yang lebih besar adalah biaya penanganan sosial dan pemulihan ekonomi pascapandemi ini.

Dia memyebut jika semakin lama, maka makin banyak pula orang yang terkena dampak, misalnya kehilangan pekerjaan. Sementara biaya hidup tinggi, akibat kenaikan harga. Namun tentunya pemerintah akan selalu hadir untuk membantu masyarakat yang tak bisa lagi mandiri. Karena hilangnya pekerjaan dan pendapatan.

“Ditambah lagi stok pangan bisa saja berkurang, karena pembatasan sosial. Sehingga pasokan dari daerah penghasil terbatas,” kata Sekkab Irawansyah.

Alokasi dianggarkan antara lain melalui BPBD, Gugus Tugas untuk operasional, Dinas Kesehatan, RSUD Kudungga Sangatta, Dinas Sosial untuk penanganan sembako dan PDAM untuk subsidi kepada masyarakat. Alokasi masuk dalam dana tak terduga yang pencairan secara bertahap.

Dalam menghadapi new normal yang telah dicanangkan oleh pemerintah daerah, dinas terkait mengusulkan penambahan anggaran untuk penanganan covid-19 ini, Namun dia mengatakan anggaran yang akan dikeluarkan tidak sebesar anggaran sebelumnya.

“Penambahannya gak sebesar itu, separuhnya saja, untuk Dinsos mengusulkan Rp 14 miliar mungkin tidak sebesar itu dan kemudian untuk dampak perekonominya yang saat ini sedang kita bahas mengusulkan sekitar Rp 15 miliar,” paparnya. (*)

More Stories
Seluruh Kampung di Mahulu bakal Terima Rp50 Juta