Kronologis Lengkap Bupati Berau Meninggal karena Covid 19

Bupati Berau M. Muharram saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

PRANALA.CO, Balikpapan – Orang nomor satu di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kemarin menghembuskan napas terakhir karena Covid-19. Bupati Kabupaten Berau M. Muharram meninggal dunia di Rumah Sakit Pertamina, Balikpapan, Selasa (22/9/2020) sekira pukul 16.45 WITA.

Sebagai pejabat daerah, ia pernah bertemu dengan banyak orang sebelum terinfeksi Covid-19. Salah satunya adalah ketika bertemu dan menyambut Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo yang mengunjungi Maratua, Berau. Dalam kunjungan ini, Menteri Eddy pada Selasa (1/9/2020) melepasliarkan 300 ekor tukik ke pantai Green Nirvana Resort Maratua.

Tiga hari setelah kunjungan Edhy ke Maratua, santer berita bengabarkan Menteri Edhy positif terinfeksi Covid-19. Padahal selama kunjungan kerja di Maratua, Muharram terus mendampingi Edhy bersama pejabat eselon I KKP lainnya.

Dikutip dari website resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan kunjungan Edhy tersebut merupakan yang pertama kali di Berau setelah dilantik menjadi menteri. Selain Menteri Edhy, turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono dan Ketua Yayasan Penyu Indonesia, Bayu Sandi.

Bahkan sebelum melawat ke Maratua, Edhy juga melakukan kunjungan kerja ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Ambon, Maluku.

Lima hari setelah kabar Menteri KKP terjangkit corona merebak, Muharram pun dinyatakan positif Covid-19. Pada Rabu (9/9/2020), Muharram diketahui positif Covid-19 setelah melakukan cek kesehatan sebagai syarat maju Pilkada 2020 di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan.

Direktur RSUD Kanujoso, Eddy Iskandar mengatakan dari dua bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Berau yang melakukan tes kesehatan, hanya Muharram yang positif Covid-19.

“Saat itu kami tanya aktivitas terakhir beliau. Beliau menyampaikan pernah kontak erat dengan tamu dari Jakarta,” kata Eddy kepada Kompas.com. Menurut penuturan Muharram kepada tim medis di RSUD Kanujoso, lanjut Eddy, mereka bertemu di Pulau Maratua. “Beliau tidak menyebut nama. Hanya bilang terima tamu dari Jakarta ketemu di Pulau Maratua,” kata dia.

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo membenarkan Muharram mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo saat berkunjung ke Berau. “Iya beliau (Muharram) yang menemani,” ungkap dia. Meski demikian, Agus tak ingin berspekulasi dari mana sumber virus yang menjangkit Muharram.

Kemudian setelah dinyatakan terkofirmasi positif Covid-19, Muharram sempat membuat video yang mengumumkan bahwa dia positif Covid-19. Video ini diunggah pada Rabu (9/9/2020) malam. Saat itu Muharram menyatakan dia berinteraksi dengan seseorang, namun tidak menyebut secara rinci siapa orang yang dimaksud.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Berau atas kejadian ini. Saat beberapa waktu lalu saya berinteraksi dengan seseorang, sehingga terjadilah seperti ini,” ungkap Muharram melalui video itu.

Muharram meminta kepada masyarakat Berau, khususnya para ASN yang pernah berinteraksi dengannya agar segera memeriksakan diri untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Saat itu, dia mengaku tidak merasakan gejala berat. Dia hanya mengalami sakit kepala dan flu. Namun kenyataan berkata lain, kemarin akhirnya Bupati Berau tutup usia.

Sesaat setelah Muharram tutup usia, Dinas Kesehatan Berau mengeluarkan keterangan resmi tertulis. Keterangan pers tersebut menyebut, kondisi Muharram selama menjalani perawatan naik turun.

Kondisinya pernah memburuk pada 13 September 2020, namun kemudian sempat membaik. Setelah itu kondisinya memburuk lagi hingga mengalami gagal nafas dan meninggal dunia.

Tim medis di RS Pertamina sudah berusaha maksimal, tapi pneumonia berat yang disebabkan oleh Covid-19 telah menyerang keseluruhan paru, dan semakin parah dengan komorbid (penyakit penyerta) yang memang telah dimilikinya.

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo membenarkan komorbid yang dimiliki Muharram. Menurutnya, Muharram memang sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung.

Selama dirawat di RS Pertamina, Balikpapan, yang bersangkutan juga didiagnosis terserang diabetes. “Tapi penyebab utamanya Covid-19,” tutur Agus.

Meninggalnya Muharram merupakan kasus kematian ketiga karena Covid-19 di Kabupaten Berau. Kejadian ini juga memperpanjang daftar pejabat daerah yang meninggal dunia karena Covid-19. Sebelumnya  Bupati Morowali Utara, Aptripel Tumimomor, meninggal dunia karena Covid-19 pada Kamis, 2 April 2020. Walikota Tanjungpinang, Syahrul, juga meninggal dunia karena Covid-19, pada Selasa, 28 April 2020. (*)

More Stories
Pasar Rawa Indah Butuh Lift Barang Khusus Pedagang