Pranala.co, BONTANG — Suasana Senin (20/10/2025) petang di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, mendadak riuh. Kepulan asap tebal terlihat membubung dari sebuah kedai Burger Bangor di tepi jalan.
Beberapa warga panik dan berlarian menjauh, khawatir api membesar. Namun beruntung, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang yang kebetulan melintas dengan sigap turun tangan.
Api berhasil dikendalikan sebelum sempat membakar seluruh bangunan.
Menurut keterangan Widia, salah satu karyawan Burger Bangor, kejadian itu terjadi begitu cepat. Sebelum ledakan, ia dan rekannya baru saja menyelesaikan pesanan pelanggan dan beristirahat di lapak kopi tak jauh dari kedai.
“Tadi kami istirahat sebentar di Lapak Kopi Lain Hati di belakang kedai. Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras disertai asap tebal keluar dari dalam,” tuturnya kepada Pranala.co, Senin petang.
Mendengar suara itu, Widia langsung panik. Ia berlari kembali ke kedai, meminta tolong warga sekitar, dan berusaha mengeluarkan tabung gas agar tidak ikut meledak.
“Saya langsung teriak minta tolong dan cepat keluarkan gasnya. Takut meledak lagi,” katanya.
Beruntung, di saat bersamaan ada anggota Damkar Bontang yang sedang melintas di sekitar lokasi.
Petugas itu segera membantu memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sambil menunggu mobil Damkar datang.
“Jadi sempat dipadamkan dulu dengan APAR oleh petugas yang melintas. Tak lama kemudian baru datang mobil pemadam,” tambah Widia.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, setelah mendapat laporan dari anggota di lapangan, tiga unit mobil pemadam langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian.
“Benar, kebetulan ada anggota kami yang melintas. Dengan sigap dia langsung membantu memadamkan api di kedai tersebut menggunakan APAR,” jelas Amiluddin.
Ia menambahkan, kebakaran itu diduga berasal dari kompor gas yang meledak. Beruntung api cepat dikendalikan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar.
Pasca-insiden itu, Amiluddin mengingatkan agar pelaku usaha kuliner lebih berhati-hati saat meninggalkan tempat usahanya. Menurutnya, kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat fatal.
“Pastikan kompor benar-benar dalam keadaan mati sebelum ditinggalkan. Sedikit kelalaian bisa berdampak besar, tidak hanya kerugian materi tapi juga korban jiwa,” pesannya.
Meski tampak sepele, kesigapan petugas Damkar yang kebetulan lewat berhasil mencegah kebakaran besar di kawasan padat itu. Hanya dalam hitungan menit, api yang sempat membumbung tinggi berhasil dikendalikan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










