Kisah Pak Ambo, Warga Bontang Bersahabat dengan Buaya ‘Riska’ selama 12 Tahun

  • Whatsapp
Pak Ambo memberi makan buaya bernama Riska.

RISKA, bukanlah sosok gadis. Dia adalah buaya yang ramai di jagat maya. Buaya berukuran besar ini kerap diberi makan warga di muara Sungai Guntung, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Video buaya bernama Riska tersebut viral usai diunggah ke YouTube akun Nyaman Channel. Namun cerita tentang buaya Riska bukanlah hal baru bagi warga Bontang, Kalimantan Timur. Terutama mereka yang bermukim di bantaran Sungai Guntung.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari tayangan YouTube Ikam Farm yang diunggah pada 31 Mei 2020, Pak Ambo, sosok dikenal dekat dengan buaya berukuran 4 meter pun menceritakan asal usul buaya tersebut. Pak Ambo mengaku pertemanannya dengan buaya Riska sudah terjalin sejak lama. Ia pertama kali menemukan buaya tersebut sejak masih berukuran kecil. 12 tahun lalu.

Kala itu, Pak Ambo masih bekerja di sebuah proyek di wilayah muara Sungai Guntung, Bontang, Kalimantan Timur. “Sekarang usianya kira-kira sudah 23 tahun, panjangnya sekitar 4 meter, bodinya yang lebar sekali,” ujar Pak Ambo.

Sejak perkenalan itu, buaya Riska kerap mengikuti Pak Ambo hingga ke rumah. Rumah Pak Ambo berdiri di bantaran Sungai Guntung yang terhubung ke laut. Sudah sering kali buaya Riska main ke rumah Pak Ambo. Saking seringnya, warga sekitar kini tidak asing dengan kehadiran buaya itu. “Kadang datang kalau dia lapar, kadang juga (datang) cuma untuk main-main,” ujar Pak Ambo.

Pak Ambo mengaku tidak takut terhadap Riska, kecuali saat pertama kali bertemu. Dia pun sudah menganggap Riska seperti bagian keluarga. Bahkan, kata Pak Ambo, Riska dianggap sebagai penjaga bagi lingkungan warga sekitar.

Asal usul nama Riska

Pemberian nama Riska terhadap buaya betina berukuran 4 meter ini bukan tanpa sebab. Diceritakan Pak Ambo, hal itu bermula dari mimpi istrinya. Buaya tersebut datang di mimpi istrinya dan menyebut kalau namanya adalah Riska.

“Ibunya yang mimpi, dia bilang namaku Riska,” kata Pak Ambo.

Kejadian aneh juga pernah dialami keluarga Pak Ambo. Kala itu, keponakan Pak Ambo yang masih kecil terlihat di tengah sungai.

“Pada waktu itu mamanya cuci piring. Anak itu main di luar, sekitar satu jam kok ndak ada suaranya. Keluarlah mamanya, (ternyata) sudah ada di tengah air. Posisinya anak itu berdiri, sedangkan air dalam, pasang,” ujar Pak Ambo.

Menurut Pak Ambo, kala itu ponakannya masih sangat kecil. Baru belajar berjalan. “Menurut mamanya, anak itu bermain sama si Riska,” katanya.

Beri makan di habitat aslinya

Rekaman video Pak Ambo memberi makan buaya Riska di habitat aslinya menjadi viral. Tanpa rasa takut, Pak Ambo memberi makan buaya tersebut dari jarak sangat dekat. Keterangan video menyebut habitat asli buaya tersebut di muara Sungai Guntung, Bontang, Kalimantan Timur. Video yang diunggah ke Facebook adalah cuplikan dari video YouTube Nyaman Channel.

Di YouTube Nyaman Channel, video buaya Riska ini sudah ditonton lebih 3 juta kali, sejak pertama kali diunggah 1 Juni 2020. Rekaman video yang beredar merekam petualangan seorang pemuda ditemani Pak Ambo, yang mendatangi langsung habitat asli buaya Riska.

Mereka menyusuri muara Sungai Guntung menggunakan perahu kecil bermesin tempel. Sekeliling muara itu penuh dengan pohon bakau. Kurang lebih satu jam perjalanan, barulah mereka menemukan buaya Riska.

Awalnya, buaya Riska terlihat berdiam di bawah pohon bakau. Pak Ambo lalu memanggilnya dan melemparkan makanan dari atas perahu. “Masya Allah, besarnya Pak Ambo..” ujar pemuda dalam video tersebut.

“Nda papa, nda papa ini, begitu memang dia, manja itu,” sahut Pak Ambo, menenangkan si pemuda di atas perahu.

“Jadi teman-teman, ini pencarian kita bersama Pak Ambo, kita menemukan buaya Riska di muara ini, dan waoow luar biasa,” ucapnya.

Dari tayangan video, buaya Riska itu tampak memang begitu akrab dengan Pak Ambo. Beberapa kali buaya itu membuka mulutnya saat disodorkan ikan oleh Pak Ambo. Buaya itu juga tampak tak mau menjauh dari perahu. Bahkan saat perahu berjalan meninggalkannya, buaya Riska masih tampak mengikuti di belakang.

Pos terkait