Kesadaran Warga Bontang Pakai Masker Rendah, Kafe dan Rumah Makan Disorot

  • Whatsapp

RUPANYA kesadaran warga Bontang menggunakan masker saat pemberlakuan relaksasi fase pertama sangat rendah. Belum lagi aturan jaga jarak tak digubris. Padahal, aturan new normal tetap memerhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Kondisi ini pun mendapat perhatian khusus Tim Gugus Covid-19 Bontang. Sejak diberlakukannya new normal alias adaptasi perubahan pola hidup baru di tengah pandemi Corona, sejak 1 Juni lalu masih banyak pelanggaran kedua item itu, masker dan jaga jarak di pusat keramaian. Seperti kafe, rumah makan, pertokoan, hingga pasar.

Bacaan Lainnya

“Masih banyak tidak pakai masker. Terutama pelayan kafe atau rumah makan. Bontang belum aman, meski semua sudah sembuh covid-19,” ujar dr Bahauddin, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang.

Sanksi pun bakal menanti. Bahauddin bilang, jika masih ditemukan pelanggaran atau kepatuhan di bawah 50 persen, maka Pemkot Bontang meninjau ulang pembukaan kafe atau rumah makan lagi. Kembali seperti semula, sistem bungkus atau take away saja.

“Kami bakal tinjau lagi kalau banyak pelanggaran, pengetatan lagi, bisa jadi penutupan kembali atau tindakan lain sesuai aturan perundangan,” tegas Bahauddin.

Baha menegaskan, meski saat ini tidak ada pasien COVID-19 dirawat, bukan berarti Bontang bebas dari COVID-19. Potensi penularan kasus di masyarakat masih ada karena pandemi belum berakhir. Dibukanya berbagai moda transportasi, diikuti peningkatan mobilitas orang termasuk yang datang ke Bontang.

Buktinya, meminjam data Tim Gugus, per Jumat, 12 Juni, terus terjadi peningkatan jumlah orang dalam status monitoring sebanyak 92 orang. Total jumlah orang dengan status monitoring adalah 1639, tersebar di seluruh wilayah Bontang.

“Bukan itu saja. Ada penambahan ODP 1 orang, pelaku perjalanan rapid reaktif, saat ini dirawat di RS swasta,” tambahnya.

Dia pun mengajak seluruh masyrakat Bontang melaksanakan kedisiplinan masyarakat dan kesadaran kolektif dalam mematuhi protokol kesehatan. Sebab itu semua adalah kunci keberhasilan Adaptasi Perubahan Pola Hidup Pada Situasi COVID-19 di Kota Bontang. (*)

Pos terkait