Pranala.co, BONTANG – Keluhan warga kembali mengarah pada fasilitas eskalator di Pasar Taman Rawa Indah, Bontang. Alat transportasi vertikal itu lagi-lagi tidak berfungsi. Padahal, eskalator menjadi akses utama menuju Mal Pelayanan Publik (MPP) yang berada di lantai lima bangunan pasar.
MPP berada di bawah pengelolaan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Di tempat inilah berbagai urusan administrasi diselesaikan. Mulai dari perizinan, kependudukan, hingga layanan perbankan. Namun, gangguan eskalator membuat warga harus bekerja ekstra.
Setiap hari, masyarakat terpaksa menaiki tangga manual dari lantai dasar. Bagi sebagian orang mungkin tak terlalu merepotkan. Tapi bagi warga lanjut usia, penyandang disabilitas, dan ibu-ibu yang membawa anak kecil, jarak lima lantai itu terasa jauh.
“Sudah beberapa kali saya ke sini, tapi eskalatornya mati terus. Harus naik sampai lantai lima, lumayan capek. Apalagi kalau orang tua yang mau ngurus surat,” keluh Rina, warga Berebas Tengah, Rabu (13/11).
Keluhan juga datang dari para pedagang. Mereka menilai kerusakan berulang ini menurunkan kenyamanan pengunjung.
“Kami senang ada MPP di pasar ini, jadi tidak perlu jauh-jauh ke kantor dinas. Tapi kalau aksesnya begini terus, yang tua dan difabel jadi kesulitan,” kata Samsul, pedagang pasar.
MPP hadir sebagai inovasi pelayanan terpadu. Satu gedung untuk banyak urusan. Satu kunjungan untuk berbagai keperluan administrasi. Cepat, mudah, dan transparan—itu tujuannya.
Namun fasilitas pendukung seperti eskalator justru menjadi titik lemah. Tanpa akses yang ramah, efisiensi layanan ikut terhambat.
“Pelayanan publik yang baik bukan hanya soal cepatnya proses, tapi juga kemudahan warga dalam mengaksesnya,” tambah Rina.
Menanggapi keluhan berulang itu, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris memastikan pemerintah akan turun tangan. Ia berjanji mengusut penyebab eskalator sering mati dan menindaklanjuti laporan kerusakan.
“Kami akan cari tahu apa penyebab eskalator itu sering tidak berfungsi. Secepatnya akan ditindaklanjuti dan dilaporkan ke pimpinan,” ujar Agus Haris, Jumat (14/11/2025).
Agus menegaskan, keberadaan eskalator itu memang dirancang untuk memudahkan pengunjung. Baik yang hendak mengurus dokumen di MPP maupun yang sekadar berbelanja di pasar terbesar di Bontang tersebut.
“Kalau tidak berfungsi, tujuannya tidak berjalan. Makanya akan kami cari tahu dulu masalahnya,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















