Kelabui Polisi, Buang Sabu di Tong Sampah

Tersangka Re (26) baju oranye usai interogasi penyidiki di Mapolsek Sungai Pinang, Samarinda (HO MAPOLSEK SUNGAI PINANG)

SEBULAN bebas dari penjara tak buat pria berinisial Re jera. Pemuda 26 tahun ini justru kembali berurusan dengan pihak berwajib karena kasus senada. Narkoba jenis sabu-sabu.

Dia dibekuk pada Sabtu dini hari, 22 Agustus 2020 di salah satu penginapan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang. Dari tangan tersangka petugas mengamankan 5 poket narkoba jenis sabu-sabu seberat 46,18 gram.

“Sebelumnya kami memang menerima informasi dari warga mengenai aktivitas dari tersangka. Karena curiga kami menyelidiki,” ujar AKP Rengga Puspo Saputro, Senin (24/8) siang.

Polisi pun gerak cepat menyelidiki. Tak perlu waktu lama, tersangka pun muncul. Dia merupakan warga Perumahan Kayu Manis, Blok D No 6, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara.

Dari informasi tersebut kemudian dikembangkan. Hingga akhirnya petugas mendapati tersangka Re kerap mengunjungi penginapan di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Entah sudah mengetahui bakal kedatangan tamu polisi atau cara transaksi sabu-sabunya demikian, kristal mematikan tersebut ditemukan di dalam tong sampah.

“Iya kami memang temukan di dalam tong sampah, tepatnnya dalam kemasan Kopi Kapal Api,” ungkapnya.

Hasil interogasi sementara di lokasi ketika itu, tersangka Re tak menampik  jika narkoba tersebut adalah miliknya. Malahan dari pengakuannya itu polisi kembali mengamankan barang bukti lain seperti satu timbangan digital, dua handphone, dua bundel plastik klip kecil serta uang tunai senilai Rp900 ribu.

Semua barang bukti ini ditemukan di dalam laci penginapan. Dengan demikian, tersangka Re terancam kembali di bui. Padahal 1 Juli lalu dia baru bebas dari Lapas Narkotika Bayur, Samarinda Utara.

“Dari pengakuan tersangka, dia sudah sebulan lebih beraksi sebagai bandar sekaligus kurir,” tuturnya.

Mengenai asal sabu-sabu tersebut, kata AKP Rengga Puspo, masih dalam penyelidikan. Yang jelas sabu-sabu puluhan gram ini hendak dipecah lagi ke dalam ukuran yang lebih kecil lagi lantas dipasarkan di Samarinda. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 dan Pasal 112 UU No 35/2009 tentang Narkotika.

“Ancamannya di atas lima tahun penjara,” katanya. (*)

More Stories
Rumah Sakit Rujukan di Balikpapan Penuh, Siapkan RS Darurat