Pranala.co, BONTANG – Kebutuhan air bersih warga Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) kian mendesak. Perumda Tirta Taman saat ini mencatat defisit air baku mencapai 160 liter per detik.
Masalah ini muncul karena pasokan air baku selama ini hanya bersumber dari air tanah. Saat musim kemarau tiba, debit air menurun drastis. Solusi pun dicari. Pilihan akhirnya jatuh pada air dari void tambang batubara milik PT Indominco Mandiri.
“Sumber air tanah tidak mencukupi. Saat ini kami kekurangan 160 liter per detik. Karena itu kami akan memanfaatkan air dari kolam bekas tambang,” ujar Direktur PDAM Tirta Taman, Suramin, Senin (21/7/2025).
Pipa Sudah Dipasang, Suplai Tambahan 150 Liter Per Detik
Saat ini, proses pemasangan pipa dari area depan RSUD hingga ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bhayangkara sedang berlangsung. Proyek ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bontang, sementara PDAM hanya bertindak sebagai pendamping teknis.
Jika semua berjalan lancar, air dari kolam bekas tambang akan mulai mengalir ke jaringan PDAM dengan kapasitas awal 150 liter per detik.
“Total kapasitas air dari void itu 200 liter per detik. Tapi yang dialirkan ke Bontang hanya 150 liter per detik, sisanya 50 liter dialokasikan ke PDAM Tirta Tuah Benua di Kutai Timur,” jelas Suramin.
Layak Konsumsi, Meski dari Kolam Tambang
Mungkin terdengar mengkhawatirkan. Tapi Suramin memastikan, air dari void tambang tersebut sudah aman untuk diolah menjadi air bersih.
“Void yang dipakai sudah berusia lebih dari 10 tahun. Dari hasil kajian akademisi, air di kolam itu sudah sangat layak untuk diolah,” tegasnya.
Ia mengakui, kolam tambang yang masih baru memang belum layak pakai. Tapi jika sudah melewati satu dekade, kualitas airnya cenderung stabil dan bisa dimanfaatkan.
Soal kapan suplai tambahan ini bisa dinikmati warga, Suramin belum bisa memastikan. Semua tergantung progres pengerjaan pipa oleh Dinas PU.
“Semoga segera selesai, agar warga bisa merasakan manfaatnya. Kami hanya mendampingi secara teknis,” harap Suramin, Direktur Perumda Tirta Taman.















