Kayu Lapis Kaltim Diminati Pasar Timur Tengah

Ilustrasi industri kayu lapis. (Foto: Muroco)

BISNIS kayu lapis Kalimantan Timur rupanya diminati pasar di negara Timur Tengah. Berdasar data Balai Karantina Pertanian Balikpapan, dari Januari hingga Juni 2020 ini Kalimantan Timur sudah 42 kali mengirim produk kayu ke Timur Tengah. Volume atau jumlah yang dikirim mencapai 11,58 juta meter kubik dengan nilai Rp112 miliar.

Negara tujuan ekspor kayu lapis Kaltim saat ini adalah Uni Emirat Arab [UAE] dan Oman. Kayu lapis yang baru dikeluarkan Balai Karantina sertifikatnya tersebut segera dikirim ke Dubai, UAE setelah dinyatakan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina [OPTK].

Negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, selain Oman dan UAE, memang penggemar produk kayu lapis Indonesia. Di 2015 lampau Arab Saudi bahkan berada di urutan ketiga pengimpor kayu lapis Indonesia setelah Tiongkok dan Jepang.

Menurut data Badan Pusat Statistik, pada tahun tersebut Arab mengimpor hingga 193 ribu ton kayu lapis dan turut menyumbang dari total nilai ekspor yang mencapai USD2,37 miliar.

Saat ini pun Balai Karantina Pertanian Balikpapan menerbitkan enam sertifikat Phytosanitary untuk kayu lapis yang akan dikirim ke Timur Tengah, Sabtu, untuk ekspor 2,36 juta meter kubik kayu lapis senilai Rp17 miliar.

“Kami menerbitkan sertifikat setelah memastikan bahwa produk kayu ini bebas dari serangga kumbang tepung,” jelas Kepala Balai Karantina Pertanian Abdul Rahman dikutip dari Antara, Ahad, 21 Juni 2020.

Serangga kumbang tepung atau Lyctus brunneus biasa merusak kayu kering yang sudah disimpan. Kayu lapis atau plywood biasa jadi sasaran kumbang ini selain kayu-kayu ringan seperti ramin. Sebab itu kayu lapis hasil produksi pabrik yang masuk gudang penyimpanan harus diperiksa teliti sebelum dipasarkan, apalagi diekspor.

“Juga jangan sampai kita turut mengirim hama ke negara lain,” lanjut Rahman.

Sebagai informasi saja, kayu lapis atau sering disebut tripleks adalah sejenis papan pabrikan yang terdiri dari lapisan kayu [venir kayu] yang direkatkan bersama-sama. Kayu lapis merupakan salah satu produk kayu yang paling sering digunakan. Kayu lapis bersifat fleksibel, murah, dapat dibentuk, dapat didaur ulang, dan tidak memiliki teknik pembuatan yang rumit. Kayu lapis biasanya digunakan untuk menggunakan kayu solid karena lebih tahan retak, susut, atau bengkok.

Lembaran kayu yang tipis [biasa disebut veneer atau venir] direkatkan bersama dengan arah serat atau urat kayu [grain] yang diatur sedemikian rupa untuk menciptakan hasil yang lebih kuat; biasanya saling bersilangan [90°] antar lapisan yang berdekatan.

Lapisan-lapisan ini umumnya ditumpuk dalam jumlah ganjil untuk mencegah terjadinya pembelokan [warping] dan menciptakan konstruksi yang seimbang. Lapisan dalam jumlah genap akan menghasilkan papan yang tidak stabil dan mudah terdistorsi. [*]

More Stories
PRANALAGRAFIS: New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19