Kawasan IKN Digaransi Tetap Hijau, 10 Juta Bibit Bakau Disiapkan

  • Whatsapp
Foto udara kawasan menjadi calon lokasi ibu kota negara baru. [KOMPAS/PRIYOMBODO]

PRANALA.CO – Pembangunan kawasan ibu kota negara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur bakal dikembangkan menjadi kawasan hijau dan modern atau green smart city. Proses pembangunan dilakukan dengan pola cut and fill ( potong dan isi) yaitu, tanah diambil dari suatu tempat untuk menimbun lokasi yang lain.

Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas RI Arifin Rudiyanto menuturkan bahwa alam sekitar IKN akan dilestarikan. Termasuk menjaga ekosistem dan satwa yang ada di lokasi tersebut dengan menanam kembali tanaman rindang dan lebih hijau di sekitar lokasi IKN .

Bacaan Lainnya

“Pastinya, kehijauan yang ada di sini tetap dipertahankan dan tidak mengganggu lahan konservasi dan pengembangan kawasan hijau sesuai geografis daerah tersebut. Sehingga cita-cita IKN green smart city terwujud,” tuturnya. 

Tak hanya itu, Pemerintah Republik Indonesia berencana menyediakan 10 juta bibit bakau atau mangrove untuk pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Baru itu.

Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Amrullah menyatakan pihaknya menyambut baik rencana pemerintah pusat tersebut. “Pelaksanaan pembibitannya di kawasan delta mahakam,” ujarnya, Selasa (6/4/2021).

Sementara itu, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Hartono Prawiraatmadja mengatakan bibit tersebut digunakan untuk revitalisasi dan rehabilitasi mangrove di sekitar IKN Baru. “Diharapkan [dapat] mendukung dan membantu pembangunan hijau di IKN Baru,” katanya.

Hartono menambahkan, ke depannya PIM dapat menjadi pusat pembibitan mangrove dan dimanfaatkan sebagai salah satu pusat rehabilitasi mangrove di Benua Etam.

“Kami memperkirakan ada 10 juta bibit mangrove dibutuhkan per tahun hingga 2024,” katanya.

Sebagai informasi, target calon lokasi persemaian mangrove modern berlokasi di Saliki, Muara Badak dan rencana rehabilitasi mangrove di Delta Mahakam seluas 27.244 hektare hingga 2024. Sedangkan, lahan mangrove yang perlu direhabilitasi mencapai 52.000 hektare se Kaltim. **

Pos terkait