Kapal Bagan Tabrak Pujasera, Ibu Hamil Sempat Terperangkap Reruntuhan

Kondisi rumah warga usai dibarak kapal bagan. -Foto: istimewa

pranala.co – Hujan deras disertai angin kencang, Sabtu (14/8) tadi malam, membuat bagan  berukuran 20×20 meter yang terparkir tak jauh dari pemukiman atas laut warga Selambai, Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, Kalimantan Timur, terlepas dari jangkarnya.

Bagan sendiri adalah tempat menangkap ikan di laut yang menggunakan cadik untuk peletak jalan yang dibenamkan, dilengkapi beberapa lampu agar ikan mendekat.

Buruknya, bagan itu justru mengarah ke pemukiman warga, dan menghantam Pujasera yang ada di pinggir pemukiman. Kata Anggota DPRD Bontang, Faisal mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 20.30 Wita. Rumahnya memang tepat berada di samping pujasera yang terdampak itu.

Saat kejadian, ia mengaku sedang bersantai di teras rumah. Tiba-tiba angin bertiup dengan sangat kencang, disusul hujan gerimis, bahkan kondisi selayaknya badai ini, ia akui baru pertama terjadi selang beberapa tahun belakangan.

Tak ada yang sadar kapal bagan yang terlepas dari jangkar itu melaju menuju pemukiman, hingga kata Faisal ada seorang pemancing yang berteriak memperingatkan pedagang dan pengunjung yang masih berada di Pujasera.

“Untungnya ada pemancing yang teriak, baru pengunjung itu larian keluar,” kata Faisal dihubungi media ini, Minggu (15/8) .

Para pedagang, warga, pengunjung Pujasera mulai riuh, beberapa menyelamatkan diri, ke tempat yang lebih aman, hingga Bagan itu meluncur cepat menabrak 7-8 kios pedagang makanan. Namun jembatan tidak ambruk. Pasalnya, saat itu air laut sedang pasang. Hal itu membuat hanya bagian atas kayu bagan yang menabrak kios.

Beruntung tak ada korban jiwa. Tapi kata Faisal ada pedagang yang sedang hamil dan seorang anak kecil yang sempat terjebak dalam reruntuhan, kemudian diselamatkan oleh warga.

Kerugian para pedagang ditaksir mencapai puluhan juta. Namun kata Faisal, pihak kelurahan, kecamatan dan juga pihak perusahaan yang ada disekitar itu, sudah turun memantau tempat kejadian.

Sebagai dewan ia berharap segera ada bantuan yang diberikan. Baik dari pemerintah atau dari perusahaan yang peduli. Mengingat kondisi pandemi saat ini.

“Kami berharap pedagang segera diberikan stimulan biar bisa berdagang lagi,” jelasnya. (*)

More Stories
Bajak Laut Resahkan Nelayan di Kepulauan Karimata