Pranala.co, BONTANG – Wajah Gedung Kantor Wali Kota Bontang bersiap tampil berbeda. Bangunan pusat pemerintahan yang berdiri sejak 2010 itu direncanakan akan dilapisi Aluminium Composite Panel (ACP) mulai 2026. Pemerintah Kota Bontang menilai langkah ini bukan sekadar memperindah tampilan, tetapi juga solusi efisiensi perawatan jangka panjang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa selama lebih dari 15 tahun berdiri, gedung tersebut belum pernah menjalani pengecatan ulang secara menyeluruh. Padahal, perawatan rutin dengan cat membutuhkan anggaran besar dan harus dilakukan secara berkala.
“Gedung ini sudah lama. Kita ingin ada nuansa baru agar terlihat lebih cantik dan bersih. Kalau terus dicat, biayanya tidak sedikit. Karena itu kami memilih ACP yang dinilai lebih efisien,” ujar Neni, Kamis (5/2/2026).
ACP dikenal sebagai material pelapis bangunan yang memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca, mudah dirawat, serta mampu menghadirkan kesan modern. Penggunaannya juga telah banyak diterapkan pada bangunan perkantoran dan fasilitas publik di berbagai daerah. Di Bontang sendiri, material ini sebelumnya telah digunakan pada RSUD Taman Husada.
Tak hanya berfungsi estetis, desain ACP yang akan dipasang pada Gedung Kantor Wali Kota juga mengandung nilai filosofis. Neni menyebut konsepnya dirancang untuk merepresentasikan karakter Kota Bontang yang dinamis dan beragam.
“Kita ingin kantor pemerintahan terlihat lebih estetik dan kekinian. Ke depan, bukan hanya Kantor Wali Kota, tetapi kantor-kantor dinas juga diupayakan tampil lebih modern,” katanya.
Berdasarkan data dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) Inaproc, Sekretariat Daerah Kota Bontang mengalokasikan anggaran sekira Rp8,8 miliar untuk proyek pemasangan ACP tersebut. Pengerjaan akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan perencanaan anggaran dan teknis pelaksanaan.
Selain Gedung Kantor Wali Kota, Gedung Gabungan Dinas (Gadis) juga masuk dalam rencana penataan tampilan. Sejumlah ornamen tambahan akan dipasang untuk menciptakan kesan bangunan yang rapi, seragam, dan representatif sebagai pusat pelayanan publik.
Meski dilakukan perubahan tampilan, Neni menegaskan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas. Pemasangan ACP dipastikan tidak mengganggu fungsi bangunan, termasuk akses dan keberadaan pintu darurat yang tetap sesuai standar keselamatan.
“Kantor pemerintahan bukan hanya tempat administrasi, tetapi juga mencerminkan wajah kota. Harus modern, efisien, dan ramah bagi masyarakat,” pungkasnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















