Kaltim Memperpanjang Status KLB sampai Agustus

Ilustrasi tenaga medis memakai APD lengkap saat menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

KALIMANTAN Timur belum berencana menerapkan kebijakan tatanan normal baru atau new normal. Bahkan, Kaltim justru akan memperpanjang status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19. Kondisi ini berbanding terbalik di tengah ramainya daerah di Indonesia mulai menerapkan pelonggaran melalui fase relaksasi.

“Kaltim belum new normal. Kita perpanjang KLB 2 bulan,” tegas Penjabat Sekretaris Provinsi (Pj Sekprov) Kaltim Muhammad Sabani.

Alasan, katanya Sabani, karena penularan kasus Covid-19 di Bumi Etam–sebutan lain Kaltim, masih terus terjadi. Angka penambahannya terbilang cukup tinggi. Meskipun juga disertai penambahan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh. Karena itu, ia meminta masyarakat tetap waspada dan tidak menganggap enteng virus.

“Imbauan penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Kita bisa lihat masyarakat sudah tidak sabar untuk kumpul-kumpul dan kadang mengabaikan jaga jarak,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat Kalimantan Timur memahami dan mematuhi imbauan penerapan protokol kesehatan, demi menekan jumlah kasus Covid-19.

Terpisah, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak mengatakan, perpanjangan masa KLB sudah dilakukan sejak 20 Juni 2020, dan akan berlaku hingga 2 bulan ke depan.

Pria yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim ini mengatakan, meski dengan kondisi yang masih belum aman, Kalimantan Timur bukan berarti tidak akan menerapkan new normal. “Semua akan menuju ke tatanan hidup baru. Hanya waktunya sesuai dengan perkembangan epidemiologi dan kondisi riil di wilayah masing-masing,” kata Andi.

Kalimantan Timur, lanjut dia, sedang memfokuskan penanganan kasus. Selanjutnya, persiapan penerapan new normal dilaksanakan oleh masing-masing kabupaten/kota sesuai dengan kondisi epidemiologi masing-masing.

Selain itu, penyiapan sarpras untuk memudahkan pelaksanaan protokol kesehatan, menetapkan zona dan sektor/bidang mana yang akan dilakukan relaksasi, evaluasi dan mekanisme pengawasan implementasinya juga harus dipenuhi. (*)

More Stories
Amerika Serikat Temukan Kombinasi Obat untuk Pengobatan COVID-19