Kaltim Hadapi Ancaman Gelombang Kedua COVID-19

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak (Antaranews Kaltim/Arumanto)

PANDEMI Covid-19 di Kalimantan Timur belum usai. Angkanya kian menanjak. Kini jumlah kumulatifnya mencapai 373 kasus terkonfirmasi positif. Diprediksi lambat laun kian bertambah.

Per hari ini saja, Jumat, 12 Juni ada penambahan 8 kasus positif covid-19. Hal ini menurut Juru Bicara Covid-19 Kaltim, Andi M Ishak patut diperhatikan warga. Melihat tren dalam dua pekan terakhir, pasien terkonfirmasi positif virus corona masih bertambah.

Dia bilang, jangan sampai fase relaksasi yang mulai diterapkan sejumlah daerah di Kaltim justru membawa petaka. Paling dihindari ialah gelombang kedua COVID-19. “Enggak ada yang mau hal tersebut terjadi, tapi nyatanya penularan masih ada,” ujarnya, Jumat, 12 Juni 2020.

Dia menjelaskan gabungan penggunaan masker secara luas dengan social distancing dan lockdown dapat menjadi cara untuk mengelola pandemi dan membuka lagi aktivitas ekonomi sebelum vaksin ditemukan.

Wajar saja jika gelombang kedua virus corona bikin waswas gugus tugas. Sejumlah negara sudah alami, terdekat ialah Korea Selatan. Dan saat itu terjadi lonjakan pasien naik berkali lipat. Tak ada yang mau daerahnya alami ledakan kasus COVID-19 karena sumber daya menjadi taruhan. Utamanya tenaga medis di rumah sakit. Ini pula yang menjadi alasan Andi keukeuh agar warga Kaltim taat dengan protokol kesehatan.

“Minimal taat tiga saja sudah cukup, rajin cuci tangan, pakai masker saat berada di luar rumah dan selalu terapkan perilaku hidup bersih sehat,” terang Andi.

Studi menunjukkan jika orang memakai masker kapan pun mereka di tempat publik, dua kali lebih efektif dalam mengurangi nilai R dibandingkan jika masker hanya dipakai setelah gejala muncul.

Sejauh ini, tambah Andi, jika kasus masih terjadi atau bertambah berarti penyebaran virus corona belum berakhir. Namun bukan berarti warga tak bisa berakivitas di luar. Fase relaksasi memang melonggarkan pembatasan sosial, namun bukan pula warga melupakan protokol kesehatan.

Ia menyebutkan langkah kehati-hatian pemerintah dilakukan salah satunya melalui penegasan penerapan protokol kesehatan di setiap aktivitas perekonomian selama masa pandemi ini belum berakhir.

“Antisipasi gelombang kedua itu jelas ada makanya persiapan yang paling penting dari kita itu protokol kesehatan. Setiap sektor usaha sebelum mereka dibuka harus menyiapkan protokolnya,” katanya.

8 Kasus Positif Kebanyakan Pelaku Perjalanan Luar Daerah

Sementara, berdasar data terbaru terjadi penambahan 8 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan begitu, total positif di Kaltim berjumlah 373 kasus.

“Dari Kubar ada satu kasus, yaitu KBR 25 laki-laki 38 tahun. Ini merupakan OTG (orang tanpa gejala) pelaku perjalanan dari Jawa Tengah yang akan kembali bekerja di Kubar. Kasus saat ini menjalani isolasi mandiri di perusahaan tempat pasien bekerja,” terang Andi.

Kemudian dari Kukar ada dua kasus positif baru yaitu KKR 61 wanita 12 tahun, merupakan OTG kontak erat dari KKR 52 yang masuk dalam Klaster Loa Janan. Kasus saat ini dirawat di Wisma Atlet Kukar. Kemudian KKR 62 laki-laki 47 tahun merupakan OTG yang ditetapkan DPJP dan Dinkes Kukar, dan kasus saat ini dirawat isolasi mandiri di tempat ia bekerja.

Selanjutnya dari Balikpapan ada dua kasus, BPN 94 laki-laki 37 tahun ini merupakan OTG yang ditetapkan DPJP dan Dinkes Balikpapan. Saat ini kasus dirawat di RSKD Balikpapan. Kemudian BPN 95 laki-laki 20 tahun merupakan OTG yang ditetapkan DPJP dan Dinkes Balikpapan. Kasus dirawat di RS Beriman Balikpapan.

Dari Samarinda ada penambahan tiga kasus. Dua kasus di antaranya adalah SMD 57 laki-laki 36 tahun dan SMD 58 laki-laki 36 tahun merupakan OTG pelaku perjalanan dari Banjarmasin dan Palangkaraya. Keduanya dirawat di RS Karantina Bapelkes.

Kasus positif ketiga di Samarinda adalah SMD 59, wanita 46 tahun yang merupakan OTG pelaku perjalanan dari Surabaya. Kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes.

Hari ini juga dilaporkan ada penambahan 11 kasus sembuh di Kaltim. Mereka terdistribusi di Kutai Kartanegara tiga kasus, Kutai Timur dua kasus, Balikpapan enam kasus. Dengan begitu total pasien yang masih menjalani perawatan ada 122 orang. (*)

More Stories
Warga Balikpapan Terpapar Corona Varian Baru