Kabar Baik, 1,1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia

oleh -
Kedatangan vaksin AstraZeneca di Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (8/3) sore. (Sumber: Tangkapan Layar Kanal YouTube Sekretariat Presiden)

PEMERINTAH terus mengebut vaksinasi corona untuk mencapai herd immunity. Kedatangan vaksin dari berbagai pabrikan pun terus diupayakan. Pesawat Maskapai KLM yang membawa vaksin tersebut dari Amsterdam, Belanda, mendarat di Bandar Udara (Bandara) Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, sekira pukul 17.50 WIB.

Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Menlu Retno Marsudi mengawal kedatangan vaksin ini. Jumlah vaksin yang datang hari ini, Senin (8/3) adalah 1,1 juta dosis. Vaksin ini merupakan bantuan dari GAVI melalui skema COVAX.

“Pada hari ini, Indonesia menerima pengiriman pertama vaksin AstraZeneca sebesar 1.113.600 vaksin jadi, dengan total berat 4,1 ton yang terdiri dari 11.136 karton,” ujar Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam keterangan pers menyambut kedatangan vaksin, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Jumlah 1.113.600 vaksin ini, imbuh Retno, adalah bagian awal dari batch pertama pemberian vaksin melalui jalur multilateral COVAX Facility. “Di dalam batch pertama, Indonesia akan memperoleh 11.704.800 vaksin jadi. Pengiriman batch pertama akan dilakukan hingga Mei 2020 dan insyaallah menurut rencana akan diikuti batch-batch selanjutnya,” ujarnya.

Kedatangan vaksin AstraZeneca ini merupakan tahap keenam kedatangan vaksin COVID-19 di Indonesia. Sebelumnya, Vaksin COVID-19 tahap pertama tiba di Tanah Air pada 6 Desember 2020 berupa vaksin jadi produksi Sinovac sebanyak 1,2 juta dosis. Kemudian, 31 Desember 2020, pada tahap kedua, kembali didatangkan sebanyak 1,8 juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac.

Selanjutnya, 12 Januari 2021 atau tahap ketiga, didatangkan sebanyak 15 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac yang kemudian diolah BUMN PT Bio Farma. Pada tahap keempat, sebanyak 10 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac tiba pada 2 Februari 2021. Selanjutnya, pada 2 Maret 2021 lalu, pada tahap kelima, kembali tiba sebanyak 10 juta bahan baku vaksin COVID-19 produksi Sinovac.

Fasilitas COVAX adalah kerja sama multilateral untuk memastikan semua orang di dunia akan menerima vaksin COVID-19. Skema kerja sama ini digagas oleh Aliansi Vaksin GAVI, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), dan UNICEF.

Indonesia melalui Menlu RI Retno LP Marsudi adalah salah satu ketua bersama (co-chair) dari program kerja sama vaksin multilateral COVAX Advance Market Commitment (AMC) Engagement Group (EG) yang beranggotakan 92 negara ini.

Tambahan informasi, COVAX merupakan program pengadaan vaksin yang dilakukan GAVI bersama WHO, khususnya untuk negara-negara berkembang. Sama seperti vaksin Sinovac, AstraZeneca dan Oxford University mengembangkan vaksin dari virus SARS-CoV-2 yang dimatikan. Jadi, vaksin AstraZeneca harus disuntikkan 2 kali.

Kabar terbaru, berdasarkan uji klinis III, vaksin ini efektif menciptakan kekebalan sampai dengan 90 persen untuk pemakaian setengah dosis. Adapun kelompok yang mendapat dua suntikan dosis standar hanya menghasilkan kemanjuran 62 persen.

 

[RED]

No More Posts Available.

No more pages to load.