Jualan Bakso Sepi, Kotak Infak Masjid Dicuri

  • Whatsapp
Pelaku pencuri kotak infak masjid di Balikpapan.

PRANALA.CO – Andi Gunawan (22) bekerja sehari-hari menjual bakso keliling di Balikpapan, Kalimantan Timur. Selama pandemi Covid-19, jualannya sepi pembeli.

Pria berkulit sawo matang ini pun nekat mencuri kotak infak dua masjid berbeda di Balikpapan. Alasannya, untuk menambah penghasilan dagangannya yang sepi.

Bacaan Lainnya

“Lagi sepi Pak, jadi itu buat tambah-tambah aja, hasilnya juga buat kebutuhan sehari-hari,” ungkap tersangka.

Berkat CCTV masjid, dia pun akhirnya ditangkap Tim Jatanras Polsek Balikpapan Utara tanpa perlawanan, di kawasan Km 7 Graha Indah, Senin (29/3/2021).

Andi menjadi tersangka aksi pencurian kotak infaq Masjid Babul Jihad di kawasan Gunung Steling RT 37 Gunung Samarinda Balikpapan Utara. Tukang bakso tersebut mencuri kotak infaq di dua lokasi.

“Tersangka merupakan pelaku pencurian kotak infaq di Gunung Steling,” ujar Kapolsek Balikpapan Utara, Danang Aries Susanto saat press rilis, Selasa (30/3/2021).

Rupanya Andi bukan kali pertama mencuri kotak infak masjid. Aksi nekatnya itu pernah dilakukan di Masjid Nurul Falah Batu Ampar. pada Kamis (18/03/2021).

Di lokasi pertama, tersangka masuk ke toilet masjid. Kemudian dia mengambil kotak infak tersebut. Lalu membawanya kembali ke dalam toilet dan membukanya dengan menggunakan satu buah obeng.

“Atas kejadian tersebut tersangka mendapat uang sebesar Rp 70 ribu di dalam kotak infaq,” aku Danang.

Belum merasa cukup, tersangka kembali melakukan aksi pecurian kotak infak, Sabtu (27/3/2021). Kali ini sasarannya Masjid Babul Jihad, Gunung Steling RT 37 Gunung Samarinda.

Di masjid ini, tersangka masuk ke dalam dan berpura-pura mau salat. Setelah itu, tersangka melihat satu buah kotak infak. Tanpa pikir panjang langsung mengambil dan membukanya dengan pisau.

“Uang diambil sekira Rp 250 ribu,” ujar Danang.

Meski tertangkap mencuri, tersangka hanya dikenakan pencurian ringan dengan pasal 364 KUHP ancaman 3 bulan penjara. “Nanti disidang tipiring aja, pasalnya barang bukti tidak sampai Rp 2,5 juta,” akunya.

Atas kejadian ini Danang berharap agar masjid-masjid supaya menyiapkan CCTV, sehingga jika terjadi kejadian pencurian kotak infaq bisa segera terungkap.

“Adanya CCTV juga memudahkan tugas dari petugas untuk menemukan pelaku kejahatan,” tuturnya. **

Pos terkait