Jika Terjadi Pemekaran, Bontang Baru Bakal Lepas 7 RT ke Tanjung Limau

  • Whatsapp
Sekretaris Lurah Bontang Baru, Suiza Ixan Saputro, SSTP

BONTANG – Hadirnya Kecamatan Bontang Timur sebagai rencana pemekaran wilayah di Kota Bontang, Kalimantan Timur tentu menjadi nuansa baru bagi kelurahan yang akan di bawahinya. Seperti Kelurahan Bontang Baru yang disebut akan menjadi bagian dari kecamatan tersebut.

Terbaginya Rukun Tetangga (RT) dari wilayah yang dinaungi Bontang Baru pun praktis akan terjadi. Beberapa RT disebut bakal beralih ke kelurahan baru yaitu Kelurahan Tanjung Limau.

Bacaan Lainnya

Jika melihat geografis wilayah, terdapat Tujuh RT di sekitar Jalan MH Thamrin yang akan tergabung dalam kelurahan Tanjung Limau. Sebagian RT dari Kelurahan Gunung Elai juga disebut akan termasuk ke wilayah itu.

“Ada sebagian RT dari Bontang Baru akan ikut ke Tanjung Limau nantinya. Yaitu RT 26, 25, 24, 23, 22, 21 dan RT 20,” ucap Sekretaris Lurah Bontang Baru, Suiza Ixan Saputro saat ditemui, Selasa 13 April 2021.

Alumnus IPDN itupun menyambut baik langkah strategis dari Pemkot Bontang pada rencana pemekaran wilayah ini. Mendukung program pemerintah karena sesuai perundang-undangan. Minimal tingkat kota ada empat kecamatan yang terbagi beberapa kelurahan.

“Kita ikuti saja teknisnya dalam pemekaran ini. Kami menunggu hasil tim dari pemerintahan dan DPRD selaku legislatif yang mengurus perundang-undangannya,” tambahnya.

Sementara untuk sosialisasi kepada masyarakat, pihaknya belum mendapat perintah untuk melaksanakannya. Tetapi dari grup komunikasi warga sudah aktif membahas terkait hal tersebut. Reapon pun sejauh ini positif dan masyarakat juga ikut mendukung terbentuknya kecamatan atau kelurahan yang baru.

Sedangkan dampak adanya pemekaran, dia menyebut pastinya kelurahan akan sibuk nantinya. Dikarenakan akan mengganti status kependudukan utamanya dari Kecamatan Bontang Utara ke Kecamatan Bontang Timur. Misalnya merubah KK, KTP dan surat-surat lain yang berhubungan dengan kewilayahan.

“Kelurahan akan mengalami kesibukan diawal ketika masa transisi peralihan dari bontang utara ke bontang timur,” ujarnya.

Sejauh ini belum ada warga yang datang ke kantor kelurahan untuk menanyakan terkait pemekaran. Mereka masih hanya sekedar mengetahui informasi melalui broadcast yang beredar via whatsapp. Belum ada kekawatiran dan pro kontra dalam menanggapinya. **

Pos terkait