Pranala.co, PANGKEP – Akses vital di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kini menganga mengancam. Ruas jalan poros Tonasa 2–Sapanang hingga Poros Biringkassi, yang menjadi tulang punggung mobilitas warga sekaligus jalur operasional PT Semen Tonasa, rusak parah dan dipenuhi lubang menganga.
Kondisi jalan yang semakin hari kian memprihatinkan ini tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Lubang-lubang besar tersebar di berbagai titik dengan kedalaman yang terus bertambah akibat tingginya intensitas lalu lintas, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk angkutan barang dan kendaraan operasional perusahaan.
Tak sedikit pengendara terpaksa menepi karena ban kendaraan mereka pecah usai menghantam lubang yang sulit dihindari. Situasi semakin rawan saat malam tiba. Minimnya penerangan jalan membuat lubang-lubang di badan jalan nyaris tak terlihat, berpotensi memicu kecelakaan fatal.
Keluhan warga kembali mencuat di salah satu grup media sosial Pangkep. Mustafa Mallu, salah satu warga, melontarkan komentar pedas yang langsung menyita perhatian.
“Apa kabar jalan poros Tonasa 2? Mudah-mudahan Pak Dirut beserta jajarannya segera merilis juga angka berapa yang disiapkan untuk perbaiki jalannya. Biar mami na janjiki, yang penting ada juga angka na sebut,” tulisnya.
Komentar tersebut memicu beragam tanggapan dari anggota grup lainnya. Mayoritas warga berharap ada transparansi dari pihak terkait, khususnya soal besaran anggaran dan kepastian waktu pelaksanaan perbaikan.
Selain mengganggu kenyamanan berkendara, kerusakan jalan dinilai berdampak langsung pada meningkatnya biaya perawatan kendaraan masyarakat. Tambal sulam yang dilakukan sebelumnya dianggap belum mampu menjadi solusi jangka panjang.
Warga menilai, sebagai jalur strategis penunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, jalan poros Tonasa 2–Sapanang hingga Poros Biringkassi sudah seharusnya menjadi prioritas utama.
Pihak PT Semen Tonasa, melalui SM Humas, menyampaikan perbaikan jalan direncanakan akan dikerjakan pada tahun 2026. Untuk sementara, perbaikan dilakukan secara tambal manual sembari menunggu proses administrasi dan penyelesaian dokumen.
“Tahun ini 2026 akan dikerjakan. Untuk saat ini tetap dilakukan tambal manual dulu, sementara proses dokumen dan lain-lain, nanti kami update sama usernya,” ujarnya.
Terkait anggaran yang akan digelontorkan, perusahaan menyebut masih dalam tahap pengecekan dan pengkajian. Jenis konstruksi yang akan digunakan—apakah beton atau aspal—juga masih dalam pertimbangan dengan melihat berbagai aspek teknis di lapangan.
Kini, masyarakat hanya berharap agar rencana tersebut benar-benar terealisasi dan bukan sekadar wacana. Warga menginginkan perbaikan menyeluruh dan permanen, bukan lagi solusi sementara yang tak mampu bertahan lama di tengah padatnya arus kendaraan di jalur tersebut. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















