Menu

Mode Gelap
Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas Negara Rugi Rp7,26 Miliar, 9 Pelaku Bom Ikan di Balikpapan Diringkus

Samarinda · 11 Mar 2021 00:29 WITA ·

Istri Menolak Diajak Berhubungan, Ayah Tega Cabuli Anak Kandungnya


 Kasat Reskrim Polres Kubar AKP Iswanto, saat menggelar konferensi pers kasus pria melakukan pencabulan terhadap anak kandunganya sendiri berusia kurang dari 5 tahun., Rabu, 10/3/2021. [Istimewa]
Perbesar

Kasat Reskrim Polres Kubar AKP Iswanto, saat menggelar konferensi pers kasus pria melakukan pencabulan terhadap anak kandunganya sendiri berusia kurang dari 5 tahun., Rabu, 10/3/2021. [Istimewa]

SEORANG pria berusia 34 tahun di Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, tega mencabuli anak kandungnya sendiri berusia 5 tahun. Alasannya, karena ia ditolak sang istri saat meminta berhubungan badan.

Pelaku berdalih, melakukan perbuatan bejat tersebut karena saat itu istri menolak untuk diajak berhubungan intim, karena harus berangkat kerja. Saat istrinya berangkat kerja, anaknya yang sendirian di rumah, justru menjadi korban ayah kandungnya sendiri.

“Jadi pelaku memasukkan jari kelingkingnya ke kemaluan korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Kubar, AKP Iswanto saat menggelar konferensi pers, Rabu (10/3).

Aksi bejat pelaku terungkap saat korban berada di tempat penitipan anak. Korban mengalami sakit pada bagian kemaluan. Saat ditanya pengasuhnya, korban enggan menceritakan kejadian yang dialaminya.

“Di tempat pengasuhan, korban mengaku kepada pengasuh atas apa yang telah diperbuat ayahnya,” kata Iswanto.

Parahnya, pelaku sempat tidak mau mengakui perbuatannya. Pengasuh kemudian melaporkan kondisi korban kepada ibunya. Sedih dan marah menjadi satu. Ibu korban kemudian melaporkan suaminya ke polisi. Hingga akhirnya pelaku kini berhasil diamankan Polres Kutai Barat.

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti baju, celana, dan sarung. Akibat perbuatannya, pelaku harus mendekam di ruang tahanan Polres Kubar. Pelaku dijerat Pasal 76 e Jo Pasal 82 Ayat (2) UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan UURI No 17 tahun 2016 tentang Pentapan Peraturan Pemerintah Pengganti UURI No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UURI No 23 tahun 2002 menjadi UU. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

 

[FA|SM]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu

26 Mei 2022 - 10:17 WITA

IMG 20220526 105838

Selamat! Pelajar Bontang dan Samarinda Lolos Paskibraka Nasional 2022

26 Mei 2022 - 08:47 WITA

IMG 20220526 090451

Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang

26 Mei 2022 - 01:16 WITA

IMG 20220526 005848

Bengkel hingga Warung Kelontong Samarinda Terbakar saat Pagi Buta

25 Mei 2022 - 10:16 WITA

IMG 20220525 121525

Rekomendasi Rental Mobil di Samarinda yang Tarifnya Tidak Bikin Kantong Bolong

25 Mei 2022 - 07:42 WITA

IMG 20220525 080346

Terdesak Utang Cicilan Motor, Pengangguran di Samarinda Nekat Rampok Sopir Taksi

24 Mei 2022 - 20:56 WITA

IMG 20220524 215442
Trending di Samarinda