Pranala.co, BALIKPAPAN – Insiden kapal KM Dharma Kartika IX yang miring saat tiba di dermaga Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026), mengakibatkan tiga penumpang meninggal dunia serta tiga penumpang lainnya mengalami luka berat dan ringan akibat terjepit kendaraan.
Saat ini, aparat kepolisian melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah pihak untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, mengungkapkan bahwa penyidik telah memanggil jajaran pimpinan operasional kapal untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan tersebut dilakukan langsung oleh jajaran Polresta Balikpapan.
Pemeriksaan difokuskan pada kru yang memiliki peran langsung dalam pengoperasian kapal. “Sudah mengambil keterangan dari kapten kapal, mualim satu, dan mualim tiga,” ujar Kombes Pol Yuliyanto, Rabu (28/1/2026).
Selain perkembangan pemeriksaan, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa seluruh jenazah korban meninggal dunia sempat disemayamkan di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Balikpapan, AKP Zeska Julian, membenarkan bahwa penanganan kasus insiden kapal miring tersebut berada di bawah kewenangan Polresta Balikpapan. “Saat ini masih penyelidikan,” ujar AKP Zeska singkat.
Untuk mengungkap insiden tersebut, penyidik tengah mengumpulkan fakta-fakta lapangan guna mengetahui unsur penyebab kejadian. Saat ditanya mengenai pihak-pihak yang diperiksa, AKP Zeska belum memberikan keterangan lebih rinci. “Nanti ya,” katanya.
Di sisi lain, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan telah mengirimkan tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk melakukan penyidikan atas insiden tersebut.
“Kami menurunkan Marine Inspector guna memeriksa kelaiklautan kapal KM Dharma Kartika IX setelah kejadian di dermaga Pelabuhan Semayang,” ujar Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu, dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan, insiden terjadi saat kapal sandar kanan di Pelabuhan Semayang sekitar pukul 05.25 WITA. Ketika itu, proses pembukaan ramp door haluan dilakukan untuk kegiatan bongkar kendaraan truk golongan 4, 5, dan 6 di car deck 3.
“Lalu terindikasi kapal berada dalam posisi miring ke kanan,” ujarnya. Kondisi tersebut memicu kendaraan truk bermuatan yang berada di dek roboh ke sisi kanan kapal.
“Saat itu penumpang yang berada di bawah tidak menyadari bahwa muatan di sebelahnya roboh dan kemudian menimpanya,” lanjut Weku.
Pasca kejadian, kru kapal bersama petugas melakukan evakuasi dengan memindahkan muatan yang roboh ke lokasi yang dinilai aman untuk menjangkau korban. KSOP mencatat sebanyak enam penumpang terdampak dalam insiden tersebut.
Tiga penumpang dinyatakan meninggal dunia, masing-masing Idham Rapi (52), Nani (64), dan Nur Lina (41). Sementara tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit, yakni Hj. Nurma, Rosnaini, dan Nur Asisah (anak).
Seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Di samping itu, Tim DVI Polda Kalimantan Timur telah berhasil melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban. Identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem, yang diperkuat dengan data primer dan data sekunder dari tiga korban tersebut.
Setelah dilakukan proses identifikasi, jenazah dan administrasi selesai. Jenazah korban yang meninggal dunia diterbangkan menuju Berau, Kalimantan Timur, dan Makassar, Sulawesi Selatan pada dini hari.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti insiden kapal miring KM Dharma Kartika IX serta menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















