Ini Pernyataan Resmi Tim Gugus Bontang Soal Meninggalnya Bocah 8 Tahun Berstatus PDP

Proses pemakaman sesuai standar kesehatan di Keluahan Bontang Lestari. (Dok/facebook)

BEREDARNYA kematian anak berusia 8 tahun ramai di masyarakat membuat Tim Gugus Covid-19 Bontang pun angkat bicara, Jumat (24/4).

Dijelaskan Wali Kot Bontang, Neni Moerniaeni lewat siaran persnya, pada Kamis, 23 April melalui release ke-31 Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bontang melaporkan adanya tambahan PDP baru. PDP ini tidak ada riwayat perjalanan, ada kontak dengan anggota keluarga pelaku perjalanan, saat ini dirawat di RSUD Taman Husada Bontang.

“Pasien PDP Nomor 11 tersebut, umur 8 tahun, jenis kelamin laki-laki, merupakan pasien rujukan dari RSIB Yabis,” jelas Neni.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, lanjut Neni, pasien dirawat di RSIB Yabis sejak 6-23 April 2020. Dia pasien rutin berobat ke poli anak dengan epilepsi dan anak berkebutuhan khusus.

Datang ke RSIB Yabis pada 6 April dengan membawa rujukan dari salah satu klinik di Kota Bontang. Proses screening sesuai prosedur pintu masuk, pintu rawat jalan, dan rawat inap juga dilakukan.

“Karena mengalami perburukan, makanya 23 April dirujuk ke RSUD Taman Husada,” tambah dia.

Bocah 8 tahun ini pun diterima di IGD RSUD Taman Husada Bontang pada Kamis, 23 April. Kondisi saat dirujuk, mengalami penurunan kesadaran dan gagal nafas. Bahkan, rencananya akan dirujuk ke RS AWS Samarinda.

Dilakukan rapid tes COVID-19 terhadap pasien dengan hasil positif, dilakukan swab untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kedua orangtuanya pun di-rapid tes hasilnya negatif. Selama dirawat kondisi pasien terus mengalami perburukan, memiliki komorbit (penyakit penyerta).

“Hari ini, Jum’at 24 April, pukul 02.05 wita pasien meninggal dengan status PDP. Kami juga sudah memakamkan sesuai dengan tata laksana pemulasaran jenazah COVID-19 di TPU Bontang Lestari,” urai Neni.

BACA JUGA: Anak Berusia 8 Tahun Positif Tes Cepat Wafat, Orangtua Diduga Berbohong

Sementara terkait perkembangan kasus Covid-19 di Bontang, tidak ada penambahan kasus positif Covid-19. Namun, terjadi penambahan kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 1 orang dengan rapid tes negatif. OTG ini kontak erat dengan kasus03BTG, saat ini isolasi mandiri.

Sampai hari ini, Jumat (24/4) per pukul 14.00 Wita, kondisi kasus dirawat terkait COVID-19 di Kota Bontang ada 19 orang. Rinciannya; Orang Tanpa Gejala (OTG) 7 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 3 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 2 orang, konfirmasi Positif COVID-19 7 orang. (*)

More Stories
John Maddox Prize buat Bambang Hero, Ilmuan Gigih Melawan Perusahaan Pembakar Lahan