Pranala.co, KALTIM — Timnas Indonesia akan menjalani laga super penting melawan China dalam lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Duel ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis 5 Juni 2025.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Tapi juga soal harga diri dan tiket hidup menuju babak keempat kualifikasi. Jika menang, Indonesia berpeluang besar mengunci tiket lolos, bahkan sebelum menghadapi Jepang lima hari kemudian.
Saat ini, Indonesia berada di posisi keempat klasemen dengan 9 poin, unggul tiga angka dari China yang berada di dasar grup. Kemenangan atas China akan membuat langkah Garuda makin dekat ke babak selanjutnya.
Lebih dari itu, laga ini juga jadi ajang balas dendam. Dalam lima pertemuan terakhir, Indonesia tak pernah menang dari China. Terakhir kali mencuri poin terjadi pada 2013 dengan hasil imbang 1-1. Sementara pertemuan terakhir Oktober 2024 lalu, Indonesia kalah 1-2 di Qingdao.
Namun kini kondisinya berbeda. Di bawah tangan dingin pelatih Patrick Kluivert, Timnas tampil lebih solid, disiplin, dan percaya diri. Meski kehilangan nama-nama penting seperti Marselino Ferdinan, Sandy Walsh, dan kiper utama Maarten Paes, pelatih Kluivert tetap optimistis.
Posisi penjaga gawang akan dipercayakan kepada Emil Audero, yang tampil meyakinkan dalam laga uji coba sebelumnya. Di lini belakang, trio Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner tetap jadi tembok kokoh.
Di lini tengah, duet Joey Pelupessy dan Thom Haye diprediksi jadi motor permainan. Sementara di depan, kombinasi Egy Maulana Vikri, Stefano Lilipaly, dan Ole Romeny siap menggedor pertahanan lawan.
Romeny sendiri jadi pemain kunci saat Indonesia menaklukkan Bahrain pada Maret lalu. Kecepatannya di sisi sayap bisa jadi pembeda.
Di kubu lawan, China datang ke Jakarta dengan kondisi tidak ideal. Penyerang andalan Wu Lei absen karena cedera. Begitu juga dengan Liu Ruofan, Lin Liangming, dan Xie Wenneng yang terkena skorsing.
Namun pelatih Branko Ivankovic tetap membawa skuad yang kompetitif. Nama-nama seperti Zhang Yuning, Wei Shihao, dan dua pemain naturalisasi, Serginho serta Jiang Guangtai, siap turun sejak awal.
China juga membawa dua wonderkid, Wang Yudong dan Liu Chengyu, yang disebut-sebut sebagai pemain masa depan sepak bola Tiongkok.
Timnas Indonesia kini tampil lebih stabil. Komposisi pemain semakin dalam berkat program naturalisasi yang tepat sasaran. Kedisiplinan dan strategi Kluivert mulai menunjukkan hasil.
Laga melawan China bisa menjadi titik balik sejarah. Jika menang, Garuda bukan cuma memperbaiki rekor, tapi juga menegaskan diri sebagai kekuatan baru di Asia.
Dukungan penuh suporter di SUGBK akan menjadi tambahan energi. Sorak sorai dari tribun bisa jadi bensin semangat para pemain. Garuda tak hanya ingin terbang. Kini, mereka siap membakar langit Asia. [RED]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















Comments 1