Imbas Corona, 9 Ribuan Orang di Kaltim Kehilangan Pekerjaan

Ilustasi. (Shutterstock)

ANGKA pengangguran di Kalimantan Timur bertambah. Kondisi sulit yang dialami memaksa perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya. Data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltim, jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat COVID-19 mencapai 9.475 orang.

Rincian data pekerja terdampak tersebut dibagi menjadi dua kategori. Yakni, pekerja yang terkena PHK sebanyak 1.627 orang dan pekerja yang dirumahkan sebanyak 7.860 orang yang dirumahkan dari 213 perusahaan.

“Total yang alami PHK dan dirumahkan ada 9.475 pekerja se Kaltim. Paling banyak kota Balikpapan para pekerjanya kena PHK 1.091 orang dan dirumahkan mencapai 5.698 orang,” kata Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial Disnakertrans Kaltim, Usman, Jumat (8/5).

BACA JUGA:
Pemanggul Peti Mati Ghana Ganti Peran Jadi ‘Pencabut Nyawa’ selama Pandemi Corona

Dia menambahkan jumlah orang yang terkena PHK dan dirumahkan ini akan terus bertambah. Karena, laporan dari Kabupaten Kota se Kaltim belum masuk seluruhnya.

“Masih ada dari Kabupaten Kota yang belum lapor berapa saja orang di PHK dan dirumahkan. Seperti di Kutai Timur informasinya ada 54 orang di PHK dan Kabupaten Paser mungkin besok baru melapor,” ujar Usman.

Meminjam data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2020 mencapai 6,88 persen atau sebanyak 137.189 orang. Mengalami kenaikan dibanding TPT Februari 2019 yang sebesar 6,66 persen atau sebanyak 126.529 orang.

Sementara itu, jumlah angkatan kerja di daerah ini pada Februari 2020 tercatat sebanyak 1.993.702 orang. Meningkat sebanyak 93.802 orang dibanding angkatan kerja Februari 2019 yang mencapai 1.899.900 orang.

Sedangkan jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2020 mencapai 1.856.513 orang. Meningkat sebanyak 83.142 orang dibanding keadaan pada Februari 2019 yang mencapai 1.773.371 orang.

Pada Februari 2020, juga tercatat, penduduk Bumi Etam umumnya bekerja pada kategori pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 23,08 persen.

BACA JUGA:
Hanya Orang Berkriteria Khusus Bisa Melintas di Balikpapan

Sedangkan dalam kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor sebesar 19,76 persen. Serta kategori jasa pendidikan, jasa kesehatan dan jasa lainnya sebesar 12,00 persen.

Data tersebut dihimpun sebelum wabah pandemi COVID-19 masuk ke Kaltim. Diperkirakan angka TPT di Kaltim semakin bertambah mengingat banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan karyawan yang dirumahkan. Dampak dari penyebaran virus corona. (*)

More Stories
Pansus COVID-19 Tak Dibentuk, Ini Alasan Ketua DPRD Bontang