Ibu di Samarinda Cekik Bayi Usia 8 Hari sambil Memvideokan Aksinya

Tangkapan layar video pendek seorang ibu mencekik anak kandungnya sembari merekam aksinya.

WARGA Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), dihebohkan oleh video penyiksaan bayi yang dilakukan ibu kandungnya sendiri. Bayi tersebut pun menangis akibat dicekik ibunya sendiri.

Perempuan itu tega menganiaya buah hati yang dilahirkan 2 Juni lalu. Dengan sengaja, merekam aksi penganiayaan dengan mencekik dan membekap bayi tak berdosa yang baru berusia seminggu. Kejadian itu direkam sekira pukul 9.00 Wita, lalu disebarkan di stories Whatsapp.

Dua potongan video berdurasi 11 dan 24 detik itu pun menggegerkan jagat Maya Kota Tepian pada Rabu (10/9/2020) siang. Hal tersebut dilatarbelakangi yang sakit hati karena ditinggalkan kekasih hatinya.

Setelah viral, kepolisian mencari sumber video itu. Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Kota Iptu Abdillah Dalimunthe membenarkan bahwa penyiksaan itu dilakukan oleh ibu si bayi yang merupakan warga Samarinda. Dengan menggandeng Lembaga Perlindungan Ibu dan Anak, polisi kemudian mengamankan pelaku dan korban.

“Bersama lembaga perlindungan, kami telusuri video itu hasilnya memang benar terjadi di Kota Samarinda,” kata Iptu Abdillah, Rabu, 10 Juni 2020.

Pelaku merupakan warga Jalan Pelita 4, Perumahan Handil Kopi, Samarinda. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya. Pelaku belum menikah dengan ayah si bayi. Diduga pelaku tega mencekik darah dagingnya sendiri karena kesal kepada ayah si bayi.

“Mulanya dia kesal, dia kemudian bikin video dan dimasukkan status WA. Tapi kemudian viral,” jelasnya.

“Hasil pemeriksaan sementara, motifnya karena kemarahan pada ayah si bayi yang diduga sedang mendekati perempuan lain,” sebutnya.

Polisi masih mendalami kasus ini dengan memeriksakan sang bayi ke rumah sakit. Sementara sang ibu sedang diupayakan menjalani pemeriksaan kejiwaan ke psikolog. Setelah menjalani pemeriksaan visum di RSUD AW Sjahranie, rencana sang bayi akan dititipkan di Rumah Aman naungan Yayasan Kharisma Pertiwi di kawasan Sempaja, Samarinda. (*)

More Stories
Peminat Ganja di Kalangan Mahasiswa Samarinda Tinggi