Pranala.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai menyalurkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara bertahap. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko kejadian luar biasa seperti makanan rusak atau bahkan keracunan.
Kepala Regional Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Bontang, Surya Dwi Saputra, menjelaskan bahwa distribusi MBG masih dibatasi pada beberapa sekolah saja di tahap awal.
“Ini langkah antisipasi. Kami tidak ingin makanan basi atau terjadi kasus keracunan. Makanya kami jalankan secara bertahap dulu,” ujar Surya, Senin (14/7/2025).
Data sementara, Dapur Mitra MBG Bontang Barat baru melayani empat sekolah: SDN 001 Bontang Barat (338 siswa, jam 07.30 WITA); SDN 002 Bontang Barat (265 siswa, jam 08.00 WITA); SMPN 4 Bontang Barat (582 siswa); SMKN 3 Bontang Barat (450 siswa)
Total lebih dari 1.600 siswa sudah menerima manfaat MBG dari dapur mitra tersebut.
Surya menyebut, karena program ini masih baru di Kota Bontang, penyesuaian perlu dilakukan—terutama bagi tenaga dapur yang baru direkrut.
“Butuh waktu sekitar sebulan untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi secara maksimal,” ungkapnya.
Dalam satu bulan ke depan, Dapur Mitra ditargetkan dapat memproduksi minimal 3.000 porsi makanan setiap hari. Tak hanya untuk siswa, MBG juga akan menyasar balita, ibu hamil dan ibu menyusui.
“Kami sedang menunggu koordinasi teknis dengan Dinas Kesehatan untuk perluasannya,” kata Surya.
Pengelola Dapur Mitra MBG Bontang Barat, Raudatul Jannah alias Ida, menyampaikan bahwa pihaknya juga menyiapkan solusi untuk anak yang memiliki alergi makanan.
“Makanannya tetap sama, hanya lauknya yang disesuaikan. Misalnya anak alergi udang, maka kami ganti dengan ayam,” jelasnya.
Sebelum program dimulai, pihaknya telah melakukan koordinasi dan pendataan penerima bersama pihak sekolah.
“Kami data sejak awal siapa saja penerima dan apa alerginya. Jadi sudah terpetakan,” ujarnya.
Ida menambahkan, dapur hanya melayani sekolah-sekolah terdekat. Tujuannya, agar makanan tetap segar saat diterima siswa.
“Kami sesuaikan waktu memasak dan pengantaran. Jangan sampai makanan basi atau dingin ketika sampai,” tutupnya.
[FR]

















