Hidup Ronaldinho yang Memudar: Utang Menggunung hingga Ditangkap karena Pemalsuan Paspor

Ronaldinho saat tiba di Kejaksaan Asuncion untuk memberikan keterangan terkait penggunaan paspor palsu pada Jumat (6/3/2020).

PRANALA.co — Hukuman penjara menanti Ronaldinho di depan mata. Dia harus menghadap pengadilan Paraguay karena menggunakan paspor palsu.

Musibah ini menambah derita Ronaldinho, yang dulu begitu berjaya penuh ketenaran, tetapi kini tersandung banyak persoalan keuangan, bahkan dikabarkan sempat bangkrut.

Semuanya berubah usai Ronaldinho kembali ke Brasil, setelah mengakhiri perantauan panjangnya di Eropa.

Usai masa baktinya habis di AC Milan pada Januari 2011, pria dengan giginya yang khas ini pulang kampung ke Brasil untuk memperkuat Flamengo.

Di Flamengo awalnya hidup Ronaldinho baik-baik saja. Selain mendapat gaji tetap 100 ribu poundsterling (sekitar Rp 1,8 miliar) per minggu, dia juga masih mengantongi fulus dari iklan-iklan yang dibintanginya. CocaCola, EA Sports, Gatorade, NIKE, dan Pepsi jelas bukan merek sembarangan.

Jika digabung, produk-produk itu bisa memberi Ronaldinho upah 80-100 juta poundsterling (sekitar Rp 1,5-1,8 triliun) di kontraknya.

Nasib Ronaldinho mulai berubah tahun 2012. Flamengo tak mampu membayar penuh gajinya dan memutuskan untuk memotong penghasilan sang pemain.

Dari 100 ribu jadi 24 ribu poundsterling (sekitar Rp 449 juta) per pekan. Ronaldinho merasa uang itu tidak mencukupi biaya hidupnya.

Dia kemudian berpindah-pindah klub ke Atletico Mineiro, Queretaro (Meksiko), dan Fluminense. Di klub yang disebut terakhir, Ronaldinho kabarnya menerima bayaran 150 ribu poundsterling (sekitar Rp 2,8 miliar) per pekan.

Tapi lagi-lagi, kucuran uang itu tidak berlangsung lama. Kontraknya lagi-lagi tak berlanjut karena klub tidak kuat menanggung gajinya.

Di saat bersamaan CocaCola menghentikan kerja sama dengan Ronaldinho, karena tertangkap kamera meminum sekaleng Pepsi saat diperkenalkan di Atletico Mineiro.

Penghasilan yang terus menurun sedangkan gaya hidup yang tetap tinggi, membuat Ronaldinho terjerumus ke jebakan finansial.

Besar pasak daripada tiang. Dia harus menggadaikan aset-aset pribadinya untuk membayar utang-utangnya yang menggunung sampai 1,75 juta poundsterling (sekitar Rp 32,7 miliar).

Rumornya, setelah dipakai untuk membayar utang itu, uang yang tersisa di rekeningnya tinggal 5,24 poundsterling atau setara dengan Rp 97.000.

Kemudian awal tahun 2019 Ronaldinho kembali terjerat kasus. Paspornya ditahan kepolisian Paraguay karena dirinya membangun tempat pemancingan ilegal di area konservasi.

Kejadian itulah yang menuntunnya ke ancaman hukuman penjara 6 bulan, karena memakai paspor palsu saat memasuki Paraguay.

Di paspornya tertulis kewarganegaraan Ronaldinho adalah Paraguay. Petugas bandara tidak langsung menyadari itu, tapi tetap saja Ronaldinho tidak bisa berkelit.

Si jago gocek tak mampu melewati hadangan hukum negara. Ia dibekuk di kamar hotelnya bersama adiknya, Roberto, dengan dakwaan pemalsuan paspor.

Pengacara Ronaldinho, Sergio Queiroz, beralasan diberi paspor itu dari seseorang yang mengundangnya ke sebuah acara di Paraguay.

Dia tidak tahu kalau paspor itu palsu. “Ronaldinho tidak melakukan kejahatan, karena tidak tahu paspor yang diberikan padanya palsu,” kata Sergio dikutip dari AFP.

Menurut jaksa penuntut di Paraguay, paspor asli Ronaldinho sudah dikembalikan dan Ronaldinho sudah memakainya.

Kejatuhan sang megabintang

Ronaldinho semasa jayanya benar-benar menikmati kekayaannya. Legenda Barcelona dan AC Milan itu gemar berfoya-foya, menggelar pesta, dan menghamburkan uangnya untuk membeli mobil mewah serta rumah.

Porsche Carrera S, Lamborghini Aventador hitam dan kuning, Mercedes Benz E Class, Ferrari 48s warna merah dan kuning, satu unit Bugatti Veyron, dan Hummer H2 adalah koleksi mobil pribadinya.

Sementara itu sang megabintang juga memiliki rumah mewah di Spanyol, Brasil, Yunani, Florida, dan Como.

Namun kini masa-masa itu tinggal kenangan belaka. Jika terbukti bersalah, Ronaldinho yang dulu setiap pekannya selalu pamer aksi, kini terancam mendekam di jeruji besi.



Sumber : kompas.com

More Stories
Pemprov Kaltim Belum Longgarkan Pembatasan Sosial saat Lebaran