Menu

Mode Gelap
Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

Kaltim · 5 Mei 2022 01:03 WITA ·

Hepatitis Misterius pada Anak-Anak Belum Ditemui di Kaltim, Diskes Aktif Pantau di Rumah Sakit


 Ilustrasi hepatitis misterius anak Perbesar

Ilustrasi hepatitis misterius anak

pranala.co – Temuan kasus hepatitis misterius di Jakarta membuat Dinas Kesehatan Kalimantan Timur meningkatkan kewaspadaan. Dinkes Kaltim pun meminta rumah sakit swasta dan pemeritah aktif memantau.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga orang anak di Jakarta dikonfirmasi meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUPN Cipto Mangunkusumo akibat hepatitis misterius. Kasus tersebut merupakan bagian dari ratusan temuan yang dilaporkan WHO di Amerika, Eropa dan Asia.

Virus hepatitis misterius tersebut pertama kali ditemukan di Inggris dan menginfeksi anak-anak usia 6 sampai 16  tahun. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sudah menerbitkan surat edaran nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology).

Plt Kadis Kesehatan Kaltim Masitah menyatakan, pihaknya secara intensif melakukan monitoring terhadap kasus hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya melalui pengamatan mingguan atau Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

SKDR ini dilakukan seluruh rumah sakit dalam pengamatan kasus jaundice akut,” ucap Masitah dikutip dari iNewsKutai, Kamis (5/5/2022).

Dia memastikan hingga saat ini belum ada laporan kasus hepatitis akut yang dilaporkan oleh dinas kesehatan serta rumah sakit di Kaltim. Masitah mengimbau agar masyarakat jangan panik dengan merebaknya kasus hepatitis anak.

Sebaliknya, dia meminta warga selalu menerapkan perilaku hidup sehat selain menghindari hal-hal yang bisa memicu penularan, sehingga tak terdampak dari penyebaran penyakit ini.

“Kita berdoa bersama. Agar kasus ini tak sampai ke Kaltim, sebab saat ini belum ada ditemukan. Semoga tidak terjadi,” katanya.

Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dr David Hariadi Masjhoer menjelaskan, hingga saat ini belum ada kasus hepatitis akut.

“Pencegahan sama seperti pencegahan hepatitis umumnya, yakni jaga kebersihan terutama makanan, karena penularan hepatitis melalui makanan,” katanya. (dik/id)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Senjata Tradisional Suku Dayak Buatan Makhluk Kayangan

26 Mei 2022 - 16:01 WITA

DUHUNG2

Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata

26 Mei 2022 - 00:51 WITA

IMG 20220526 003543

SELAMAT! Pemprov Kaltim Raih Pembina Terbaik K3 Nasional

25 Mei 2022 - 16:30 WITA

IMG 20220525 172849

Kaltim Masih Menunggu Aturan Vaksinasi PMK dari Pusat

25 Mei 2022 - 15:15 WITA

IMG 20220525 171808

Wakil Ketua DPRD Kaltim Janji Dukung Penambahan Bankeu Atasi Banjir Bontang

25 Mei 2022 - 09:47 WITA

IMG 20220525 113354

Kemayau, Buah Langka Bercita Rasa Mentega Khas Kalimantan

25 Mei 2022 - 08:01 WITA

58E35180 2AB3 4160 AE11 D825656B6A25
Trending di Kaltim