Hasil Swab Negatif, 32 Nakes Bontang Boleh Pulang

Para petugas medis yang menjalani karantina menerima paket bingkisan dari Walikota Neni Moerniaeni. ( Foto: Istimewa)

KABAR baik datang dari Kota Bontang. Hasil swab Covid-19 sebanyak 32 tenaga kesehatan (nakes) setempat dinyatakan negatif. Ini disampaikan langsung Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni lewat pesan singkatnya kepada Pranala.co, Selasa (5/5) malam.

Puluhan petugas medis ini sebelumnya melakukan rapid test dengan hasil reaktif. Lalu mereka dikarantina di Hotel Grand Mustika atau eks Hotel Oak Tree, Jalan Arief Rahman Hakim, kilometer 3, Bontang sejak, Ahad (26/4).

BACA JUGA:
Pemerintah Tetapkan Kebijakan Pemberian THR bagi PNS di Tengah Pandemi, Begini Isinya

“Alhamdullilah, 32 tenaga kesehatan yang rapid test reaktif, hasil swab-nya negatif semua. Semua boleh pulang,” ujar Wali Kota Neni.

Lanjut Neni, pengambilan swab sudah dilakukan sepekan lalu dan baru keluar hari ini. Neni berujar sejatinya petugas di fasilitas kesehatan secara bertahap dilakukan rapid test alias tes cepat.

Mulai 24-26 April dilakukan rapid tes terhadap petugas di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan rapid tes dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan rapid tes dan prioritas sasaran rapid tes.

“Rapid tes bagi petugas medis ini penting. Sepanjang penanganan COVID-19 di Bontang, petugas di fasilitas pelayanan kesehatan berinteraksi langsung maupun tidak langsung dengan kasus baik dengan status OTG, ODP, PDP, maupun konfirm,” urai Neni.

Hasil Swab 6 OTG Negatif

Sementara berdasar data Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bontang mendapatkan beberapa hasil swab. 6 orang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil swabnya negatif. Rinciannya; 3 orang pelaku perjalanan dari Gowa dan sisanya adalah pegawai fasilitas kesehatan.

BACA JUGA:
Dibantu Pacar, Istri di Berau Tega Bunuh Suami-Tenggelamkan Jasad ke Sungai

Meski begitu, ada juga penambahan OTG sebanyak 2 orang. Hasil rapid tes reaktif, merupakan petugas fasilitas kesehatan. Kini menjalani isolasi mandiri

Penambahan orang dalam status monitoring sebanyak 18 orang sehingga total status monitoring 6.798 orang, 5.383 diantaranya selesai monitoring. (*)

More Stories
Pulau di Indonesia Ini Dinobatkan sebagai Pulau Terpadat di Dunia