Hasil Rapid Test Reaktif, 7 Penumpang di Samarinda Gagal Berangkat ke Parepare

Ilustasi suasana Pelabuhan Samarinda sebelum adanya pandemi Corona.

TUJUH penumpang KM Adhitiya tujuan Samarinda-Pare Pare gagal berangkat, Kamis 11 Juni 2020. Musababnya, hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan petugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kota Samarinda menunjukan hasil Reaktif.

Mereka pun akhirnya diminta melakukan isolasi mandiri di rumah dan tidak mendapatkan rekomendasi untuk melanjutkan perjalanan ke Sulawesi Selatan. Akibat dari kejadian ini, para penumpang mendapatkan surat kesehatan, waktu keberangkatan kapal ditunda hingga 2 jam.

Kepala Kantor cabang PT Afta Trans Ferzha menjelaskan, kapal tujuan Parepare ini ini harusnya sudah berangkat sejak pukul 14.00 Wita. Namun, banyaknya surat keterangan kesehatan dan rapid tes yang harus diperiksa, maka waktu keberangkatan kapal pun akhirnya ditunda dan baru bisa berangkat pada pukul 16.00 wita.

Meski sempat mengalami penundaan akibat menunggu hasil pemeriksaan kesehatan para penumpang, dari 400 lebih penumpang yang ada saat ini, hanya 7 penumpang tidak bisa berangkat karena hasil tes kesehatanya menunjukan hasil reaktif.

“7 penumpang tidak bisa berangkat karena hasil tesnya reaktif, kami tidak bisa berbuat apa-apa karena ini menyangkut protokol kesehatan dan untuk keamanan bersama,” tegas Ferzha.

Selain itu, Ferzha mengharapkan pemerintah memberikan kelonggaran untuk memfasilitasi para penumpang kapal laut karena mereka umumnya merupakan masyarakat menengah ke bawah.

“Mana mungkin para penumpang bisa membeli tiket kapal jika harga rapid test-nya lebih mahal dari harga tiket. Harga tiket kapal lebih murah dari biaya rapid,” sambungnya.

Sementara itu, Gustiansyah, petugas kesehatan kawasan pelabuhan di dermaga Pelabuhan Samarinda menyatakan, hasil pemeriksaan ini menjadi wajib. Alasannya, karena merupakan salah satu syarat wajib yang harus disiapkan para penumpang yang ingin melakukan perjalanan ke luar Kaltim.

Hanya saja, kata dia, untuk keberangkatan dilakukan pengawasan lumayan ketat. Jika ditemukan pasien yang hasil tesnya reaktif maka akan dilakukan pemeriksaan ulang dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Samarinda.

“Beberapa hasil temuan yang reaktif, langsung kami minta mereka (para penumpang, Red.) memeriksakan kembali tes kesehatanya di Dinas Kesehatan. Kalau kemarin 3 penumpang dipastikan tidak bisa berangkat, kalau hari ini masih menunggu,” timpalnya. (*)

More Stories
Anak di Kutai Timur Aniaya Ayahnya sampai Tewas