Hari Jadi Kalimantan Utara Bakal Direvisi

  • Whatsapp
Pemandangan Kota Tarakan saat malam. Tarakan merupakan salah satu kota terbesar di Kalimantan Utara. [FOTO: PERGIMULU.COM]

PRANALA.CO – Setiap tanggal 22 April, Provinsi Kalimantan Utara merayakan hari jadinya. Namun, sebentar lagi perayaan itu akan diubah menjadi tanggal 25 Oktober.

Hal ini diungkapkan Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang yang berencana mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Hari Jadi Kaltara Tanggal 22 April dan mengubahnya menjadi tanggal 25 Oktober.

Bacaan Lainnya

“Nanti akan saya cabut (Pergub Hari Jadi Kaltara, red) itu, kemudian akan saya terbitkan Pergub baru untuk pelaksanaan Hari Jadi Kaltara tanggal 25 Oktober dan tentang lambang Kaltara,” kata Zainal di Tanjung Selor, Jumat (26/3/2021).

Keputusan Gubernur mencabut pergub tersebut lantaran Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Hari Jadi Kaltara masih digodok oleh lembaga legislatif. Dalam hal ini anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara melalui panitia khusus (pansus) yang telah terbentuk.

Dalam raperda tersebut, hari jadi Kaltara diubah menjadi tanggal 25 Oktober yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 melalui pengesahan DPR RI pada 2012 lalu.

Zainal memastikan, dikembalikannya Hari Jadi Kaltara pada 25 Oktober telah sesuai dengan keinginan masyarakat Bumi Benuanta.Termasuk para tetuah, tokoh dan pelaku sejarah pembentukan provinsi ke-34 ini.

“Kita sudah hearing dan mendengar pendapat dari masyarakat, tokoh hingga pelaku sejarah Kaltara itu sendiri. Jadi mereka maunya tetap hari jadi Kaltara dikembalikan pada 25 Oktober, jadi ini bukan kemauan saya pribadi tapi kesepakatan bersama,” kata Zainal.

Sejatinya, provinsi ini secara resmi dibentuk pada 25 Oktober 2012 berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara. Ibu kotanya berada di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Sebelum ditetapkan menjadi provinsi, Kalimantan Utara masih menyatu dengan Kalimantan Timur berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Otonom Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Provinsi yang memiliki motto “Benuanta” yang berarti optimis ini terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, yakni Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung.

Luas Kaltara sekitar 7,5 juta hektare, hampir seluas Jawa Tengah ditambah Jawa Timur dengan jumlah penduduk 742.245 jiwa pada 2019.

 

[ID|ANTARA]

Pos terkait