BERAU, Pranala.co — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri atau Kajari Berau di Ballroom Hotel Mercure, Sabtu (28/3/2026). Jabatan Kajari resmi diserahterimakan dari Gusti Hamdani kepada Reopan Saragih.
Acara tersebut dihadiri Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Gamalis, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tamu undangan.
Gusti Hamdani yang kini menjabat sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterimanya selama bertugas di Berau.
Ia mengaku, meski hanya menjabat selama tujuh bulan, berbagai program telah diupayakan untuk mendukung pembangunan daerah.
“Selama menjabat di Berau, saya merasa sangat beruntung karena mendapat dukungan dari seluruh pihak. Dalam waktu tujuh bulan, kami berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kajari Berau yang baru, Reopan Saragih, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan. Ia berharap dapat diterima oleh masyarakat dan menjalin kerja sama yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan.
Reopan sebelumnya menjabat sebagai Kajari Kutai Timur selama satu tahun enam bulan. Ia mengakui masih perlu mempelajari karakteristik dan kondisi sosial di Berau.
“Saya mohon dukungan dan kerja sama dari semua pihak. Sejak pertama kali datang, saya merasakan sambutan yang sangat baik. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Ia juga mengaku terkesan dengan potensi pariwisata Berau, khususnya setelah mengunjungi Pulau Maratua. Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung dan dijaga melalui sinergi lintas sektor, termasuk dari sisi penegakan hukum.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan terima kasih atas dedikasi Gusti Hamdani selama bertugas, serta menyambut kehadiran Reopan Saragih sebagai Kajari yang baru.
“Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas pengabdian Bapak Gusti. Dan selamat datang kepada Bapak Reopan Saragih, semoga dapat bersinergi dalam membangun Berau,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan.
Salah satu program yang disoroti adalah Jaga Desa, yang dinilai efektif dalam memberikan pendampingan hukum kepada pemerintah kampung agar terhindar dari persoalan hukum.
“Program Jaga Desa sangat membantu pemerintah kampung dalam menjalankan pembangunan secara aman dan tertib. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut,” ujarnya dalam keterangan resminya dikutip, Senin (30/3/2026). (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















