Gandeng PWI Bontang Gelar UKW, Badak LNG: Mutu Jurnalisme Kian Terjaga

  • Whatsapp
Yuli Gunawan, kedua kiri berfoto bersama penguji dan perwakilan Diskominfo Bontang usai menyerahkan suvenir penutupan UKW di Knowledge House Badak LNG, Ahad (28/2)

BADAK LNG bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang sukses menggelar uji kompetensi wartawan (UKW), di Knowledge House Badak LNG, Jalan Brigjen Katamso, Bontang, Sabtu (27/2) hingga Ahad (28/2).

Kegiatan yang merupakan UKW kedua yang diselenggarakan oleh PWI Bontang ini mengusung tema “Membentuk Wartawan Profesional dan Berkompetensi yang Menjaga Muruah Dunia Pers”.

Bacaan Lainnya

Ketua PWI Bontang Suriadi Said menjelaskan, pelaksanaan UKW di tengah pandemi Covid-19 ini merupakan yang pertama kali mereka gelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Peserta UKW juga dibatasi hanya tiga kelas, dari biasanya sebelum pandemi bisa mencapai enam kelas, dengan masing-masing kelas berisi 5-6 orang peserta.

“Alhamdulillah PWI Bontang masih bisa menggelar UKW meskipun dengan situasi berbeda dari biasanya. Jumlah peserta dibatasi, menerapkan protokol kesehatan ketat serta posisi tempat duduk diatur dengan jaga jarak,” kata Suriadi, di hari pertama UKW, Sabtu (27/2).

Peserta Wartawan Muda berfoto bersama penguji dan Manajemen Badak LNG.

Data dari panitia mencatat, jumlah peserta UKW angkatan XIX ini sebanyak 17 orang dengan dua kategori wartawan; Muda dan Madya. “Seharusnya peserta ada 18 orang, tapi satu orang tidak lolos berkas,” jelasnya.

Dilanjutkan Suriadi, materi UKW mayoritas berupa aktivitas jurnalis di lapangan, baik mencakup teori maupun praktiknya. Lebih jauh dia menjabarkan, sesuai pedoman Dewan Pers, untuk materi UKW kategori Wartawan Muda meliputi merencanakan atau mengusulkan liputan, rapat redaksi, serta mencari bahan liputan acara terjadwal.

Kepala Bapenda Bontang, Sigit Alfian menjadi narasumber mata ujian wawancara cegat.

Ada pula materi wawancara cegat, membangun jejaring, menulis berita, menyunting berita sendiri, wawancara tatap muka, hingga menyiapkan isi rubrik.

“Di hari pertama, untuk wawancara cegat dan jumpa pers kami mengundang dua narasumber. Kami datangkan Kepala Bapenda Bontang Sigit Alfian dan Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Bontang Yudhi Pancoro,” jelasnya.

Sementara itu pada penutupan kegiatan UKW XIX PWI Bontang, Ahad (28/2), Suriadi berterima kasih kepada Badak LNG lantaran telah mendukung penuh dan memfasilitasi gelaran uji kompetensi.

“Terima kasih Badak LNG atas dukungan penuhnya. Ini membuktikan jika Badak LNG sangat peduli dengan kualitas wartawan Bontang. Kepada tiga penguji juga terima kasih atas wejangannya selama UKW,” ujarnya.

Sementara dalam sambutannya Senior Manager Corporate Communication Badak LNG Yuli Gunawan menyampaikan, sebagai perusahaan yang kerap berhubungan dengan wartawan dan media, tentu mendukung penuh adanya UKW.

Sebab kata Yuli, ajang ini dapat menjaga mutu jurnalisme di Kota Bontang sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Perwakilan Diskominfo menjadi narasumber UKW mata ujian konferensi pers.

Komitmen itu, kata Yuli, diwujudkan melalui penguatan peran PWI sebagai organisasi profesi yang memiliki tugas dan fungsi meningkatkan kemampuan dan kualitas wartawan.

“UKW ini sebagai wujud kepedulian perusahaan dalam menciptakan wartawan berkualitas sehingga dapat menjadi mitra kerja Badak LNG yang profesional,” ujar Yuli.

Di kesempatan yang sama Ketua PWI Kaltim Endro S Efendi menerangkan, bahwa untuk menilai seorang wartawan yang profesional adalah dengan menguji kompetensi wartawannya.

“Wartawan profesional harus paham tentang Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak. Sehingga benar-benar profesional dan kompeten sebagai jurnalis,” ujarnya.

Wartawan Muda berfoto bersama Ketua PWI Kaltim, Endro S Efendi sekaligus sebagai penguji UKW.

Sementara itu Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang diwakili Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Bontang Iskandar, menyambut baik pelaksanaan UKW dan keberadaan PWI Bontang.

“Diharapkan teman-teman wartawan di Bontang bisa memanfaatkan UKW ini dengan meningkatkan kompetensi dan profesionalitas kinerja sebagai jurnalis,” bebernya.

Iskandar juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta UKW dan berterima kasih kepada panitia serta Badak LNG yang telah menyukseskan kegiatan UKW.

“Selamat kepada wartawan yang dinyatakan kompeten, semoga mampu menjaga muruah wartawan yang berkualitas dan profesional,” pungkasnya.

Sebagai informasi, penguji UKW XIX PWI Bontang menyatakan dari 17 peserta, sebanyak 16 peserta dinyatakan berkompeten dan 1 peserta belum berkompeten.

 

 

[RIL]

Pos terkait